| Article Index |
|---|
| Manfaat Buah Leci |
| Page # |
| All Pages |
Vitamin yang paling menonjol pada buah leci adalah vitamin C dengan
kadar 71,5 mg per 100 gram daging buah. Dengan mengonsumsi 100 gram
buah leci, sudah dapat memenuhi lebih dari 100 persen kebutuhan vitamin
C dalam sehari.
Vitamin C merupakan antioksidan alami yang sangat berguna untuk melawan serangan radikal bebas, penyebab penuaan dini, dan berbagai penyakit kanker. Berdasarkan keyakinan tersebut, dewasa ini vitamin C banyak ditambahkan ke dalam berbagai produk pangan olahan.
Mineral yang menonjol pada buah leci adalah potasium 171 mg, fosfor 31 mg, magnesium 10 mg, dan kalsium 5 mg. Walaupun dengan kadar yang rendah, leci juga mengandung zat besi, seng, tembaga, natrium, selenium, serta mineral lainnya.
Kalsium, fosfor, dan magnesium merupakan tiga serangkai mineral
penting untuk pembentukan tulang dan kerangka tubuh yang normal,
sehingga sangat dibutuhkan anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan
dan juga oleh orang dewasa untuk menghambat laju osteoporosis.
Tembaga merupakan salah satu mineral antioksidan. Kekurangan mineral
ini dapat menggangu mekanisme normal tubuh dalam mengeliminasi
keberadaan radikal bebas yang senantiasa terbentuk di dalam tubuh.
Mineral tembaga (Cu) dapat membentuk kompleks dengan sistem enzim
antioksidan Superoksida Dismutase (SOD) yang berperan dalam
menetralisasi radikal superoksida.
Hal yang sangat menarik perhatian dari komposisi mineral leci adalah
perbandingan antara potasium (K) dan sodium (Na) yang sangat tinggi,
yaitu 171:1. Hal ini tentu sangat menguntungkan karena makanan olahan
yang kita konsumsi sehari-hari umumnya mengandung Na tinggi, tetapi
sangat rendah K. Hal tersebutlah yang menyebabkan semakin meningkatnya
jumlah penderita hipertensi di Indonesia.
Kalium (disebut juga sebagai potasium) sangat berperan penting dalam meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengatur pengiriman zat gizi lainnya ke sel-sel tubuh, mengendalikan keseimbangan cairan pada jaringan sel tubuh, serta menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi). Dengan demikian, patut disayangkan jika proses pengolahan pangan seringkali menyebabkan rendahnya rasio kalium terhadap natrium, akibat pemakaian garam dapur dan MSG (penyedap rasa) yang berlebihan.
Konsumsi bahan pangan yang tinggi K diharapkan dapat mengimbangi tingginya Na akibat konsumsi makanan yang banyak mengandung MSG dan garam. Rasio Na dan K dalam makanan sehari-hari yang sangat dianjurkan adalah 1:1. Komposisi gizi secara lengkap dari buah leci dapat dilihat pada Tabel 1.
Kadar asam pada buah leci mencapai 0,20–0,64 persen. Jenis asam paling dominan adalah asam malat yang mencapai 80 persen, sedangkan 20 persen sisanya terdiri dari asam sitrat, suksinat, levulinat, fosfat, glutarat, malonat, dan asam laktat. Kombinasi gula dan berbagai jenis asam tersebut menyebabkan leci memiliki cita rasa yang manis dan menyegarkan.
Obati Batuk dan Luka Lambung
Dalam sejarah pengobatan, buah leci dipercaya dapat mengobati batuk
serta memiliki efek yang menguntungkan untuk menyembuhkan gastralgia,
tumor, dan pembesaran kelenjar.
Telah dilaporkan bahwa pemberian leci segar di Florida, dapat menyembuhkan luka lambung, sehingga penderita yang sebelumnya merasa terganggu dapat kembali menikmati makanan dengan enak. Penyebab pasti dari hal tersebut belum diketahui secara ilmiah.
Seperti halnya buah lengkeng dan aprikot, buah leci juga tergolong ke dalam buah yang bersifat panas (karena kebanyakan matang di hawa dingin), sehingga sangat cocok dikonsumsi kelompok orang yang badannya lemah dingin.
Energi vital dan limpa mereka kebanyakan lemah, metabolisme dasarnya rendah, tubuhnya kurang menghasilkan energi, kaki dan tangannya juga terasa dingin di hari-hari yang panas sekalipun. Wajah mereka lebih putih daripada orang biasa, dan jarang merasa haus, serta tidak suka mengonsumsi makanan dingin. Buah-buahan yang bersifat panas sangat bermanfaat bagi mereka.



