The Great Biz

...Helping people to get success....

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Wellness News Tomat Mencegah Kanker Prostat

Tomat Mencegah Kanker Prostat

E-mail

Tomat Mencegah Kanker Prostat

 

TOMAT (Solanum lycopersicum) ada dua macam yaitu tomat buah dan tomat sayur. Perbedaannya terletak pada bentuk dan ketebalan kulitnya. Kalau tomat buah, bentuknya agak lonjong dan kulitnya tebal. Sebaliknya, tomat sayur berbentuk bulat dan kulitnya lebih tipis. Tomat buah biasanya digunakan sebagai salad segar, dan langsung dikonsumsi tanpa perlu dimasak terlebih dahulu. Tomat jenis ini lebih tahan lama dibandingkan tomat sayur. Tomat sayur biasanya digunakan sebagai campuran sayur yang dimasak dan tidak bisa tahan lama (cepat busuk).

Akan tetapi, kedua jenis tomat ini sama-sama berkhasiat bagi tubuh manusia, yaitu:

Mengatasi gusi berdarah: sebuah tomat dicuci bersih, lalu dimakan segar-segar. Lakukan ini satu kali sehari selama sebulan. Mengatasi sembelit: sesekali minum jus tomat sesudah makan.

Menghaluskan Wajah: sebuah tomat yang berwarna merah tua diperas. Oleskan airnya ke wajah berkali-kali setiap hari. Bisa juga tomat diiris lalu digosokkan ke wajah. Buah tomat dan produk-produk yang berasal dari tomat seperti saus marinara dan saus pizza, keduanya baik untuk kesehatan selain karena relatif rendah lemak dan kalori, juga memiliki kandungan gizi yang tinggi termasuk potassium, vitamin A dan C.

Kini, ada penelitian lain dari manfaat memakan buah tomat ini yaitu yang dilakukan di Harvard University of Public Health mengungkapkan, pria yang banyak makan tomat, 45 persen kecil kemungkinannya terkena kanker prostat.

Prostat adalah sebuah kelenjar kecil kira-kira seukuran buah kenari, yang membungkus bagian atas uretra, saluran pembuangan dari kandung kemih. Prostat berfungsi mengeluarkan campuran cairan dan enzim yang diperlukan oleh sperma agar tetap sehat dan lincah.

Prostat biasanya melakukan pekerjaannya begitu baik sehingga kebanyakan orang bahkan tidak menyadari keberadaannya sampai ketika usia mereka 40-an atau 50-an, walaupun ada pula yang telah mendapatkan masalah sewaktu masih berusia 30-an. Kanker ini umum terjadi di kalangan laki-laki selewat usia 50 tahun dan menjadi pembunuh terbesar kedua di antara kanker-kanker yang menyerang laki-laki di Amerika Serikat.

Celakanya, kanker ini sering tumbuh secara diam-diam dalam kelenjar prostat tanpa gejala apapun sampai setelah menyebar ke tulang dan jaringan di sekitarnya. Itu sebabnya penting sekali bagi laki-laki usia 50 tahun untuk menjalani uji rektal digital yang memungkinkan dokter menemukan benjolan atau pembesaran pada prostat, dan prostate-specific antigen blood test, uji darah untuk mendeteksi sejenis protein yang keluar dari prostat apabila ada tumor.

Apabila dokter menemukan kanker, pengobatannya akan bergantung pada beberapa faktor, termasuk ukuran tumor, kecepatan pertumbuhannya dan apakah penyakit ini telah menyebar ke luar prostat. Pengobatan untuk ini antara lain adalah radiasi atau pengangkatan prostat melalui pembedahan.

Hampir setiap laki-laki akan mengalami masalah prostat selama hidupnya. Selain sangat menggangu, masalah ini juga pertanda bahwa masa muda Anda telah berakhir. ”Masalah prostat sering datang bersamaan dengan uban, keriput, dan rabun dekat,” kata Thomas Stanisic, M.D., spesialis urologi yang membuka praktik di Ashland Kentucky.

Dalam penelitiannya, dokter Edward Giovannucci dari Harvard School of Public Health di Boston Massachusetts belum lama ini mengemukakan hasilnya bahwa jika Anda sering mengonsumsi tomat atau produk makanan yang sebagian besar bahannya terdiri dari tomat seperti saus tomat, akan mengurangi risiko Anda menderita kanker prostat. Penelitian ini tidak main-main, sebab melibatkan 48.000 laki-laki di Amerika Serikat. Hasil dari penelitian tersebut menyimpulkan bahwa lycopene, yaitu pigmen yang menyebabkan tomat berwarna merah, dapat melindungi sel manusia dari nitrogen dioksida yang dikeluarkan oleh asap rokok dan diesel. Ini membuat tomat tiga sampai empat kali lebih efektif sebagai bahan antikanker.

Lycopene dalam jus tomat merupakan suplemen yang menguntungkan bagi mereka yang berisiko terkena kanker dari asap rokok atau polusi udara, termasuk kanker prostat. Hanya, mengonsumsi lycopene yang berlebihan bisa mengubah warna kulit Anda menjadi lebih gelap. Tentu yang disebutkan belakangan ini tidak begitu berarti apabila dibandingkan risiko Anda terkena kanker.

Hasil penelitian ini dipublikasikan, Rabu, 6 Maret 2002 dalam Journal of The National Cancer Institut. Data yang ditampilkan didasarkan pada pertanyaan, seberapa banyak laki-laki yang menjadi objek penelitian ini mengonsumsi lycopene dari berbagai sumber makanan yang dimakan sehari-hari.

Anda mau tahu hasilnya? Laki-laki yang rata-rata mengonsumsi lycopene 18,780 mikrograms setiap hari, lebih rendah terkena kanker prostat sebanyak 16 persen jika dibandingkan laki-laki yang hanya mengonsumsi 3,415 mikrograms lycopene setiap harinya. Lycopene juga dapat ditemukan pada makanan lain seperti anggur merah, semangka, dan pepaya. Akan tetapi, tomat sejauh ini masih sumber yang paling kaya akan lycopene.

Risiko semakin jauh berkurang apabila tubuh Anda mendapatkan lycopene langsung dari buah tomat atau dalam bentuk saus tomat. Laki-laki yang makan tomat atau saus tomat secara rutin setiap minggu, rata-rata 23 persen lebih kecil menderita kanker prostat apabila dibandingkan laki-laki yang hanya setiap bulan rutin mengonsumsi tomat. Pengamatan dilakukan dalam masa studi selama hampir 20 tahun.

”Berdasarkan data-data yang tersedia, kami bisa mengatakan bila Anda meningkatkan konsumsi terhadap tomat atau produk turunan tomat, sangatlah bijaksana,” demikian catatan yang ditinggalkan Giovannucci dan rekan-rekannya.

Catatan Giovannucci tadi, pentinglah Anda perhatikan, walau misalnya sekarang Anda baru berusia 25 tahun-an. Biar pun kanker prostat jarang menyerang laki-laki di bawah 45 tahun kecuali bila ada di antara keluarga Anda yang demikian, penyakit ini biasanya dapat disembuhkan bila terdeteksi dalam tahap dini. Jadi, tidak ada ruginya bila Anda rajin makan tomat dari sekarang dan yang mengherankan ternyata tomat yang dihancurkan atau dimasak tampaknya menjadi sumber lycopene lebih baik jika dibandingkan tomat mentah.

Para peneliti menduga, tomat yang dimasak atau dihancurkan mengeluarkan lycopene lebih banyak sehingga mudah diserap tubuh. Oleh karena itu, mengapa saus spaghetti, pizza, dan makanan lain dibuat dari porduk tomat yang telah diproses. Jus tomat juga baik sejauh dikemas dalam botol atau kaleng.

Seperti nutrisi lain dalam keluarga carotenoid, lycopene tidak larut dalam lemak. Ini artinya tubuh akan lebih mudah menyerap jika Anda makan tomat dengan sayuran sedikit minyak.

Last Updated on Thursday, 24 September 2009 10:36  

Info Dokter