Awas, Hipertensi Rusak Ginjal Anda!
| PENYAKIT
gagal ginjal kronik merupakan penyakit yang diderita oleh satu dari
sepuluh orang dewasa. Tanpa pengendalian yang tepat dan cepat, pada
tahun 2015 penyakit ginjal diperkirakan bisa menyebabkan kematian
hingga 36 juta penduduk dunia.
|
Dari data dari wilayah Jabar dan Banten dua tahun terakhir ini, bisa terlihat peningkatan jumlah pasien yang menjalani hemodialisis. Pada tahun 2007 tercatat hanya 2148 pasien dan meningkat menjadi 2260 pada tahun 2008. Dari jumlah itu, sekitar 30 persen pasien berusia produktif, yakni kurang dari 40 tahun.
Karena
itu, Kamis, 12 Maret 2009 ini, dunia kembali memperingati Hari Ginjal
Sedunia (World Kidney Day/WKD). Tema peringatan WKD tahun ini adalah
keep the pressure down. Tema ini diambil untuk mengingatkan bahwa
tekanan darah yang tidak terkontrol akan merusak ginjal.
"Salah satu tujuan kampanye WKD tahun 2009 ini adalah untuk mengenali tekanan darah tinggi (hipertensi) sebagai salah satu penyebab penyakit ginjal kronis," ujar spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung Afiatin SpPD. Afiatin mengatakan, hipertensi membuat ginjal harus bekerja lebih keras. Akibatnya, sel-sel pada ginjal akan lebih cepat rusak, kata Afiatin.
Meski
ancamannya mengerikan, masih banyak anggota masyarakat yang mengabaikan
hipertensi. Prof Enday Sukandar SpPD-KGH mengatakan, pengabaian ini
dikarenakan sifat dari hipertensi itu sendiri. Ketika belum merusak
organ tubuh, penyakit tekanan darah tinggi tidak menunjukkan gejala
spesifik. Akibatnya, pada tahap ini, orang masih merasa nyaman dengan
kondisi tubuhnya dan tidak merasa perlu memeriksakan diri, kata Enday.
Penanganan
menjadi lebih sulit dan mahal karena penderita darah tinggi baru
mengeluh dan memeriksakan diri ketika sudah sakit ginjal, jantung,
lumpuh, buta, dan sebagainya. Enday mengatakan, pengabaian terhadap
tekanan darah tinggi tidak hanya terjadi di Indonesia yang masih
tergolong sebagai negara berkembang. Di Amerika Serikat yang sistem
asuransi kesehatannya jauh lebih baik, juga masih banyak terjadi
pengabaian hipertensi, kata Enday.
Dr
Rubin S Gondodiputro SpPD-KGH mengatakan, berdasarkan survei di AS,
dalam kasus hipertensi didapati hasil yang kemudian disebut hukum
separuh (the rule of half). Mudahnya begini, dari 100 orang hanya 50
orang yang tahu kalau dirinya menderita hipertensi. Lalu, dari 50 orang
itu, hanya 25 orang yang berobat. Ironisnya, da ri 25 orang yang
berobat, hanya 12,5 orang yang berhasil sembuh. "Itu hasil penelitian
di Amerika, apalagi di Indonesia," kata Rubin.
Rubin
mengatakan, di Indonesia belum pernah dilakukan studi komprehensif
mengenai hipertensi. Sebab itu, dalam penentuan pasien menderita
hipertensi atau tidak, Indonesia masih menggunakan standar WHO, yakni
tekanan darah pada 140/90. Namun, angka ini hanya bisa dipakai pada
pasien yang semata-mata hanya menderita hipertensi. "Pada kasus khusus,
misalnya pada pasien yang juga menderita penyakit kencing manis,
tekanan 130/80 sudah bisa dinyatakan hipertensi," kata Rubin.
Enday
menambahkan, hipertensi merupakan salah satu penyakit genetik. Namun,
dengan gaya hidup yang tidak sehat, orang yang secara genetis tidak
memiliki risiko juga bisa terkena hipertensi. Sebaliknya, dengan gaya
hidup sehat, orang yang mewarisi gen hipertensi justru bisa terhindar.
Ada banyak faktor risiko hipertensi, antara lain usia lanjut, diabetes,
merokok, kolesterol, dan obesitas, kata Enday.
Sebagai
bagian dari kampanye WKD ini, Sub-bagian Ginjal Hipertensi Bagian
Penyakit Dalam Rumah Sakit Hasan Sadikin akan mengadakan simposium
bertajuk Mengenal Hipertensi dengan Berbagai Aspeknya. Subtopik yang
akan dibahas adalah, yakni hipertensi sebagai masalah masyarakat,
mengenal berbagai akibat hipertensi, kelainan jantung, ginjal, dan otak
terkait hipertensi, dan pengelolaan hipertensi.
Sumber dari Kompas Rabu, 11 Maret 2009 | 22:38 WIB
Sebenarnya
penyakit hipertensi ini bisa dicegah jika kita rajin mengkonsumsi
extract bawang putih atau yang sering disebut dengan garlic. Mungkin
untuk mengkonsumsi bawang putih mentahnya kita agak enggan karena
aromanya yang agak menyengat, tapi di jaman sekarang ini Anda tidak
perlu khawatir sudah banyak food supplemen yang membuat extract bawah
putih. Salah satunya produk extract bawang putih yang natural adalah
Garlic & Licorice, untuk informasi lengkapnya silahkan Anda click di sini.



