Trigliserida atau Triglycerides
Selain kadar kolesterol yang tinggi perlu menjadi perhatian kita adalah kadar
trigliserida yang tinggi,para peneliti menemukan bahwa kadar trigliserida yang
tinggi juga merupakan indikator paling bermakna terjadinya stroke dan penyakit
jantung, berapapun kadar kolesterolnya.
Menurut the National Cholesterol Education Program,
kadar trigliserida yang normal adalah kurang dari 150 mg/dL. Kadar yang
termasuk perbatasan tinggi adalah 150-199, dan 200-499 termasuk dalam tinggi.
Kadar trigliserida yang mencapai 500 sudah tergolong sangat tinggi.
Berikut
ini adalah ambang batas trigliserida dalam darah sbb :
Kadar yang diingini : maksimal 150 mg / dl
kadar ambang batas tinggi : antara 151 - 250 mg /dl
Kadar trigliserida tinggi : 251 - 400 mg / dl
Kadar trigliserida amat tinggi : 401 mg / dl atau lebih
Trigliserida adalah bukan kolesterol, melainkan
salah satu jenis lemak, yang terdapat dalam darah yang dikemas dalam
bentuk partikel lipoprotein. Trigliserida merupakan lemak darah yang secara khusus berada pada lapis kedua Low-Density Lipoprotein atau LDL, yang dikenal sebagai kolesterol "jahat" karena perannya dalam memicu serangan jantung dan stroke. Obat penurun kolesterol yang dikenal sebagai "statin" memang dapat mengurangi LDL, tapi obat itu sering kali tak mampu menurunkan trigliserida - lemak darah yang diperoleh dari makanan yang dikonsumsi dan lemak dalam tubuh.
Trigliserida akan dialirkan melalui aliran darah
untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi tubuh. Namun, trigliserida juga bisa
menjadi simpanan energi dalam bentuk gajih bila makanan yang kita konsumsi
melebihi kebutuhan tubuh kita.
kita mengira bahwa dengan diet rendah lemak akan menurunkan kadar
trigliserida,ternyata tidak sepenuhnya benar. Penyebab utama adalah konsumsi
gula yang berlebihan. Oleh karena itu makanan paling penting yang harus
dihindari adalah karbohidrat yang mempunyai nilai glikemik yang tinggi, nilai
glikemik adalah seberapa besar karbohidrat yang dapat diubah menjadi gula.
Makan
makanan yang mengandung lemak akan meningkatkan kadar trigliserida dalam darah
dan cenderung meningkatkan kadar kolesterol. lemak yang berasal dari nabati
memang tidak mengandung kolesterol namun mengandung trigliserida yang tinggi contohnya
durian, kelapa . Sejumlah faktor dapat mempengaruhi tingginya trigliserida
dalam darah seperti kegemukan, makanan berlemak jenuh tinggi, makanan yang
tinggi glukosa / karbohidrat serta minuman alkohol. Pada beberapa kasus
ditemukan adanya hubunagn faktor genetik dan trigliserida yang tinggi untuk menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida harus dibarengi dengan
perubahan pola makan / memilah- milah jenis makanan . Untuk memperbaiki kadar trigliserida omega 3 dan serat memiliki peranan yang
cukup penting.
Menurunkan kadar trigliserida itu sangat penting karena menurut study terkini
yang diterbitkan oleh American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa
jika kadar trigliserida tinggi beresiko dua sampai tiga kali lebih tinggi
menderita penyakit jantung dan stroke meskipun kadar kolesterol totalnya
rendah, obat-obatan untuk menurunkan kadar trigliserida mempunyai efek samping
yang serius. Menurut American Heart Association menganjurkan obat hanya
dipertimbangkan sesudah tatalaksana diet secara alamiah menemui kegagalan dan
harus ketat di bawah supervisi dokter.
Untuk diet menurunkan kadar trigliserida mulailah dengan :
- Perbanyak makanan tinggi protein tak berlemak
- Ganti karbohidrat dengan nilai glikemik tinggi dengan karbohidrat berglikemik rendah.
- Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran segar yang mengandung serat tinggi.
- Ganti konsumsi lemak jenuh dan trans dengan lemak yang baik.
- Turunkan total lemak makanan sampai 20%-30% dari kalori.
- Kurangi intake kalori untuk menurunkan berat badan dan pertahankan berat badan yang ideal.
- Berolah raga minimal 30 menit per hari.
- Hentikan kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol.



