| Waspadai Cikungunya |
|
| Written by Administrator |
| Friday, 20 March 2009 16:36 |
Waspadai Cikungunya di Akhir Musim Hujan(30. Juli 2007 jam 15:30) - Contributed by Iwan Rifaldo, SPd. - Last Updated (30. Juli 2007 jam 15:48) Meski sama-sama disebabkan nyamuk aedes aegypti, penyakit cikungunya berbeda dengan demam berdarah. Namun, penyakit ini sama-sama mewabah di akhir musim hujan. Penyakit cikungunya sendiri gejalanya mirip dengan flu, tetapi tidak disertai batuk filek. Menurut dr. Hengky Indradjaja, penyakit demam berdarah lebih mematikan daripada penyakit cikungunya. Namun wabahnya cepat menyebar. Ia sendiri disebabkan virus yang disebut alphavirus, yang masuk kedalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Dijelaskan, cikungunya disebabkan virus grup A, antrophod borne viruses, famili togaviridae. "Sementara itu, demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh virus grup B antrophod borne viruses" Virus ini sendiri berasal dari Etiopia, Afrika. Mulai menyebar di Asia Tenggara pertengahan abad ke-19. Pada suhu tertentu, telur nyamuk dapat bertahan hingga berbulan-bulan. Namun, dalam kondisi normal, perkembangan telur menjadi nyamuk butuh waktu sembilan hari. Setiap habis mengisap darah, nyamuk betina bertelur. Sehari kemudian, nyamuk itu kembali mengisap darah dan kembali bertelur. Demikian seterusnya hingga nyamuk itu berusia sekitar 10 hari. Nyamuk ini juga biasanya mengigit pada siang hari, di dalam rumah dan menyukai tempat yang agak gelap. Pada malam hari mereka beristirhat pada benda-benda yang menggantung. Tempat bertelur yang paling disukai adalah dinding bagian dalam, tempat-tempat berisi air, serta pada permukaan jernih yang terlindung sinar matahari. Karena itu, bak penampungan air di dalam rumah menjadi pilihannya. Penularan cikungunya sendiri terjadi setelah mendapat gigitan nyamuk penular. Setelah itu, nyamuk penular menggigit orang lain, biasanya terjadi dari orang ke orang. Penyakit ini meninggalkan penderitaan yang berkepanjangan, rasa nyilu dan bengkak di persendian sering muncul saat stamina tubuh menurun. Penderitaan ini dirasakan oleh mereka yang pernah menderita cikungunya hingga berbulan- bulan. Karena disebabkan virus, maka bagi mereka yang memiliki daya tahan tubuh baik, akan cepat sembuh, namun jika tidak, bisa jadi akan terjadi infeksi lain. Demam cikungunya sering rancu dengan penyakit demam dengue, demam berdarah dengue, dan campak, tetapi gejala nyeri sendi merupakan gejala khas penting penderita demam cikungunya. Gejala yang mengejutkan dari penyakit ini adalah demam tinggi yang datang tiba-tiba. Masa demam bervariasi, berkisar tiga sampai lima hari, tergantung pada kondisi tubuh. Penularan paling potensial terjadi saat penderita mengalami demam. Banyak penderita yang juga merasa mual atau muntah-muntah. Bahkan ada yang mengalami pembesaran kelenjar getah bening di leher. Pada anak-anak, gejalanya lebih ringan dan tidak menampakkan gejala khas. |
| Last Updated on Thursday, 01 October 2009 15:01 |
List All Products |
|
|
Advanced Search |
|
| Lost Password? | |
| Forgot your username? | |
|
|
|
| Download Area |