jakartalantern.com

Your Shopping Cart




Your Cart is currently empty.

   

You are here: Home Content Self Development The Magic of Thinking Big
Decrease font size  Default font size  Increase font size 
Type somethings in the text box below to begin searching
Custom Search

The Magic of Thinking Big E-mail
Written by Administrator   
Friday, 11 September 2009 16:31

The Magic of Thinking Big

Berpikir Menjadi Besar 

 

Acquire the Secrets of  Success…Achieve Everything You’ve Always Wanted
Mendapatkan rahasia dari sukses…Mencapai apa saja yang anda inginkan...

AUTHOR:
David A. Schwartz, PhD, Georgia State University, President, Creative Educational Services

PRIMARY THEME:

 

Where there is a will, there is a way. People who have big dreams, who believe in them strongly, and are committed to their achievement, will have big success in life. Even when we don’t know exactly how we will achieve some goal, it is important to hold firmly to the belief. A way will be found. That is the magic. An important sub-theme here is that success is generally predicated on the assistance and support of others, so it is necessary to keep others on side, not just by being likeable, but by genuinely liking other people and valuing their contributions.

 

Tema Utama

Dimana ada kemauan, di sana ada jalan. Orang yang mempunyai impian yang besar, yang secara kuat meyakininnya dan berkomitmen untuk mencapainya, akan ada sebuah kesuksesan besar di dalam hidupnya. Bahkan ketika kita tidak mengetahui secara pasti bagaimana kita akan mencapai beberapa tujuan, penting sekali untuk memegang secara kuat terhadap keyakinan. Sebuah jalan akan ditemukan. Itulah magic-nya. Sebuah sub tema penting di sini adalah bahwa sukses umumnya bisa diramalkan pada bantuan dan dukungan dari orang lain, jadi penting sekali untuk menjaga orang lain pada sisi kita, tidak hanya menyukainya, tetapi dengan sungguh-sungguh menyukai orang lain dan menghargai kontribusi mereka.


SUMMARY DISCUSSION:

This is one of the classics in a series of similarly-themed books by authors ranging from
Napoleon Hill to Norman Cousins to Wayne Dyer to Rhonda Byrne, who wrote 2007’s best seller The Secret. The book explores the connection between our thoughts and the reality we create. The condition of one’s life is a direct consequence of how one chooses to be. This book is readable and practical, less spiritual than others like it.

Ringkasan Diskusi : 

Buku ini merupakan buku klasik dari serie dengan thema yang sama dari beberapa pengarang mulai dari Napoleon Hill, Norman Cousins,  Wayne Dyer, sampai ke Rhonda Byrne yang menulis buku terlaris The Secret pada tahun 2007. Buku ini mengali hubungan antawa pemikiran kita danrealita yang kita ciptakan. Kondisi dari kehidupan seseorang adalah sebuah konsekuensi langsung dari bagaimana seseorang memilih untuk menjadi apa. Buku inidapat di baca dan dipraktekan, sedikit kurang spiritual daripada buku lainnya.


CHAPTERS:
o Chapter 1: Believe You Can Succeed and You Will.

This is an overview of the main thesis of the book. Human
experience is created by human thought. Those of us who think positively, who believe in ourselves, and who expect success will create the conditions for achieving it. Thinking about failure produces failure. Thinking about success has the opposite effect. The trick is to monitor and guide your thoughts.

Bab 1 : Yakinlah Anda dapat sukses dan Anda akan sukses

Ini adalah sebuah ringkasan dari thesis utama dari buku ini. Pengalaman manusia diciptakan oleh pemikiran manusia. Beberapa dari kita yang berpikir secara positif, yang akain akan diri kita sendiri dan mengharapakan sukses akan tercipta kondisi untuk mencapainya. Berpikir tentang kegagalan akan menghasilkan kegagalan juga. Berpikir tentang kesuksesan telah mempunyai efek yang berbeda. Rahasianya adalah memonitor dan membimbing pemikiran anda.

 
o Chapter 2: Cure Yourself of Excusitis, the Failure Disease.

Successful people are generally not in the habit of making excuses when things don’t go well. They take responsibility, grasp the learning, and move on. The people who cannot make a success of their lives are the ones who think they are too unhealthy, too unintelligent, not the right age, or have bad luck. Losers make excuses; winners make plans.

Bab 2 : Menyembuhkan diri dari alasan yang merupakan penyakit dari kegagalan.

Orang sukses secara umum tidak mempunyai kebiasaan membuat alasan ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik. Mereka mengambil tanggung jawab, belajar dan berjalan. Orang yang tidak sukses di dalam kehidupannya adalah mereka – mereka yang berpikir mereka kurang sehat, kurang cerdas, umurnya tidak tepat atau kurang beruntung. Pecundang membuat alasan, pemenang membuat rencana.


o Chapter 3: Build Confidence and Destroy Fear.

Confidence is not something we are born with. Rather, it is something we develop, over time, as we take action in accordance with our goals and our consciences. Easy action steps for creating confidence include

1) siting in the front row,

2)practicing making eye contact,

3)walking faster,

4)speaking up, and

5)smiling big.

Bab 3 : Membangun keyakinan dan menghancurkan ketakutan

Keyakinan adalah bukan sesuatu yang kita bawa sejak lahir. Lebih merupakan sesuatu yang kita kembangkan sepanjang waktu, ketika kita mengambil tindakan menurut tujuan kita dan menurut hati nurani kita. Beberapa tindakan yang mudah untuk menciptakan keyakinan meliputi :

1)      duduk di barisan depan.

2)      Melakukan kontak mata

3)      Berjalan lebih cepat

4)      Berbicara bersemangat

5)      Tersenyum lebar.


o Chapter 4: How to Think Big.

How big one thinks determines one’s level of success in life, so practice thinking big. Focus on your assets, how to use them, and on being positive about both yourself and about others. Envision the future the way you want it, without the limiting hindrance of current reality. Time spent wallowing in trivial details is time not spent thinking up a new reality.

Bab 4 : Bagaimana untuk berpikir menjadi besar.

Bagaimana seseoarang berpikir besar menentukan tingkat kesuksesan orang tersebut di dalam hidupnya, jadi berlatihlah berpikir besar. Fokus pada asset anda, bagaimana cara menggunakannya dan menjadi positif baik tentang diri sendiri dan tentang orang lain. Mimpikan masa depan dengan cara yang anda inginkan, tanpa membatasi rintangan dari realita sekarang. Waktu yang dihabiskan di dalam detail pencobaan adalah waktu yang tidak dihabiskan untuk memikirkan sebuah realita baru.


o Chapter 5: How to Think and Dream Creatively.

Our creative minds follow our beliefs. If we believe strongly enough in our big idea, our mind with sooner or later invent the how-to part. It helps to stay open to new ideas, to solicit ideas from others, to break old habits and patterns, and to devote time daily or weekly to reviewing your ideas and thinking through how to implement the good ones.

Bab 5 : Bagaimana berpikir dan bermimpi secara kreatif

Pikiran kreatif kita mengikuti keyakinan kita. Jika kita cukup yakin pada sebuah idea besar, pikiran kita akan cepat atau lambat menemukan bagaimana cara mengerjakannya. Tetaplah untuk terbuka terhadap sebuah idea baru untuk mengumpulkan idea-idea dari orang lain, untuk mematahkan kebiasaan lama dan pola yang lama dan mencurahkan waktu setiap hari atau setiap minggu untuk mereview idea-idea kita dan berpikir bagaimana untuk menerapkan idea-idea yang baik.


o Chapter 6: You Are What You Think You Are.

How we are treated by others is largely governed by how we treat ourselves. If we treat ourselves with respect, others will as well. If we think we are important and worthy of respect, we will act that way. If we take care of our appearance, we reflect to others a sense that we matter.

Bab 6 : Anda adalah apa yang anda pikirkan

Bagaimana kita diperlakukan oleh orang lain secara umum ditentukan oleh bagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri. Jika kita memperlakukan diri kita dengan hormat, orang lain pun akan demikian. Jika kita berpikir kita adalah orang penting dan patut dihargai, kita akan bertingkah seperti itu. Jika kita menjaga penampilan kita, kita akan merefleksikan kepada orang lain sesuatu yang kita permasalahkan.


o Chapter 7: Manage Your Environment: Go First Class.

Whenever we make changes and begin to grow, or express our ideas about the future we want, we will often find that well-meaning people around us begin to throw cold water. Listen to these “negators” but don’t let them bring you down. Seek out successful people whose achievements you admire and ask their advice. Go out of your way to make friends with people who stimulate and encourage you. And avoid poisoning your mind with negative talk and gossip. Elevate yourself through the company you keep.

Bab 7 : Aturlah lingkungan Anda. Masuk ke Kelas Satu.

Kapan saja kita membuat perubahan dan mulai bertumbuh, atau mengekspresikan idea – idea kita tentang masa depan yang kita inginkan, kita akan sering menemukan bahwa orang – orang yang berarti di sekeliling kita mulai menyirami air dingin. Dengarka pembicara-pembicara negative ini tetapi jangan buat semangat anda lemah. Cari tahu orang-orang sukses yang prestasinya anda agungkan dan tanya pendapat mereka. Pergilah mencari teman dengan orang-orang yang mendorong dan menyemangati anda. Hindarkan pikiran ana dari pembicaraan dan gosip negatif. Angkat diri anda melalui perusahaan yang anda jaga.


o Chapter 8: Make Your Attitudes Your Allies.

Since attitude is such an important progenitor of success, it is important to cultivate positive attitudes. Three especially useful ones are an attitude of enthusiasm, an attitude of appreciation for others, and an attitude of service.

Bab 8 : Buatlah Sikap Anda bertumbuh

Karena sikap adalah nenek moyang dari kesuksesan, adalah penting untuk memelihara sikap-sikap yang positif. Khusus tiga sikap yang sangat berguna yaitu sikap antusiasme, sikap menghargai orang lain dan sikap pelayanan.


o Chapter 9: Think Right Toward People.

It is no secret that likeability can be an important element in success, which of course always requires the support of others. Just as interesting is the habit of sincerely liking others. Strategies are provided for those who struggle to find something positive in difficult people. Accepting human differences and taking the initiative to build friendships are two such strategies. Practice thinking well of others until it is automatic.

Bab 9 : Berpikir ke arah orang lain.

Bukanlah rahasia bahwa kemampuan menyukai orang lain merupakan sebuah elemen penting di dalam kesuksesan, yang tentunya membutuhkan dukungan dari orang lain. Cukup menarik mempunya kebiasaan menyukai orang lain. Strategi yang disediakan untuk orang – orang yang berjuang untuk mendapatkan sesuatu hal positif pada orang-orang yang sulit. Terimalah perbedaan manusia dan ambil inisiatif untuk membangun persahabatan adalah strategi kedua. Praktekan berpikir baik mengenai orang lain sampai proses tersebut berjalan otomatis.

o Chapter 10: Get the Action Habit.

An idea might be great but if it is never implemented, it will be less in the end than a mediocre idea that someone did put into action. Some people procrastinate because of fear or boredom but the cure for that is taking the dreaded action. Conditions may never be perfect, so there is no time like the present to begin. Just do it.

Bab 10 : Mulailah dengan aksi kebiasaan

Sebuah idea mungkin sangat bagus tetapi jika tidak pernah di implementasikan, idea tersebut akan sedikit menghilang daripada idea-idea yang seseorang kerjakan. Beberapa orang menunda karena ketakutan atau bosan tetapi obat untuk hal tersebut adalah melakukan aksi yang menakutkan tadi. Kondisi mungkin tidak akan pernah cocok, jadi tidak ada waktu seperti sekarang untuk memulai. Kerjakan saja.

 
o Chapter 11: How to Turn Defeat into Victory.

There is forward movement in every setback for the person who takes the time to salvage the learnings, remains undaunted, stays focused on the goal, and chooses to live victoriously. Persistence and determination overcomes luck.

Bab 11 : Bagaimana merubah kekalahan menjadi kemenangan

Ada gerakan kemajuan di setiap kemunduran untuk orang-orang yang mengambil waktu untuk menyelamatkan, proses pembelajaran, tetap berani, tetap fokus pada tujuan dan memilih hidup dengan kemenangan. Persisten dan penentuan mengatasi keberuntungan.

o Chapter 12: Use Goals to Help You Grow.

“A goal is a dream being acted upon.” Taking steps to achieve a goal creates energy, which can then be applied to further actions necessary to achieve the goal. Schwartz advises making sure the tasks we perform each day advance a goal, and also that monthly benchmarks be established on the way to a ten-year vision.

Bab 12 : Gunakan tujuan untuk Anda Bertumbuh

Sebuah Tujuan adalah sebuah impian yang sedang dilakukan. Ambilah langkah-langkah untuk mencapai sebuah tujuan dengan menciptakan energy yang kemudian dapat diterapkan untuk aksi-aksi yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu. Schwartz menyarankan yakinlah tugas – tugas yang kita lakukan setiap hari menyelesaikan sebuah tujuan dan juga bahwa tolak ukur bulanan diterapkan pada jalan ke visi sepuluh tahun.


o Chapter 13: How to Think Like a Leader.

The Four Leadership Principles are

1) Trade minds with people you want to influence,

2) Think: what is the human way to handle this ?

3) Think progress, believe in progress, push for progress, and

4) Take time to confer with yourself and develop your supreme thinking power.

Bab 13 : Bagaimana berpikir seperti seorang pemimpin

Empat prinsip kepemimpinan adalah :

1)      Bertukar pikiran dengan orang yang anda mau pengaruhi.

2)      Pikirkan : Bagaimana caranya orang-orang mengatasi hal ini.

3)      Pikirkan kemajuan, yakinlah pada kemajuan, doronglah untuk kemajuan dan Ambilah waktu untuk berunding dengan diri sendiri dan kembangkan kekuatan pemikiran yang sangat hebat.

TOOLS:

This is an author who makes ample use of checklists, tables, bulleted hints and tips, and side-by-side lists that contrast such things as “The Petty Thinker’s Approach” and “The Big Thinker’s Approach.”

KEY TAKEAWAYS:

Doing what’s right keeps your conscience satisfied. And this builds self-confidence. When we do what is known to be wrong, two negative things happen. First, we feel guilt and this guilt eats away confidence. Second, other people sooner or later find out and lose confidence in us.” p. 67-68.

Mengerjakan hal – hal yang benar menjaga hati nurani anda puas dan membangun keyakinan diri. Ketika kita mengerjakan apa yang sebenarnya salah, dua hal negatif telaj terjadi. Pertama, kita merasa bersalah, dan rasa bersalah ini mengurangi keyakinan. Kedua, cepat atau lambat orang-orang akan kehilangan kepercayaannya pada kita.


“The price tag the world puts on us is just about identical to the one we put on ourselves.” p. 88.

“Label harga yang dunia berikan pada kita adalah sama dengan harga yang kita miliki” hal. 88.

“Successful businesses invest large sums in consumer research… The procedure for developing successful products is to get as much opinion as you can, listen to the people who will buy the product, and then design the product and its promotion to please these people.” p. 117.
 
Bisnis-bisnis yang sukses menginvestasikan sejumlah besar penelitian konsumen… Prosedur untuk mengembangkan produk yang sukses adalah mendapatkan sebanyak mungkin opini, mendengarkan orang yang membeli produk dan kemudian merancang produk dan mempromosikan kepada orang- orang ini.

“Put service first and money takes care of itself - always.” p. 188.

Berikan pelayanan nomor satu dan uang akan mengatur diri sendirinya, hal 188

“…how you think when you lose determines how long it will be until you win!” p. 209.

…bagaimana anda berpikir ketika anda kalah menentukan berapa lama anda akan menang. Hal 209






Related Article :

Last Updated on Saturday, 12 March 2011 16:48
 


KutuBuku


Masukkan Code ini K1-AC7Y11-2
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com