jakartalantern.com

Your Shopping Cart




Your Cart is currently empty.

   

You are here: Home Content Self Development
Decrease font size  Default font size  Increase font size 
Type somethings in the text box below to begin searching
Custom Search

Self Development
Cara menemukan bakat E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 12 May 2009 05:20

 

Cara Menemukan Bakat 

 

Bakat adalah sebuah talenta dari Tuhan yang diberikan kepada kita untuk mengembangkan diri. Bakat itu sendiri berupa pola pikir, kepandaian atau kemampuan yang kita miliki sejak lahir. Walaupun kita memiliki talenta, jika kita tidak berusaha untuk membukanya maka talenta yang diberikan Tuhan akan menjadi sia-sia. Jadi Usaha dan Talenta adalah Jalan untuk sukses bagi seseorang didalam kehidupannya

Sudahkah anda mengetahui bakat yang dimiliki? Namun jika belum tahu apa bakat yang dimiliki, belum terlambat untuk mengetahuinya. Anda hanya butuh empat kunci berikut untuk mengeluarkan potesi Anda yang sesungguhnya.

1. Keahlian

Pernahkah Anda mempelajari sesuatu yang benar-benar baru dan ternyata Anda dapat menguasainya dengan mudah? Atau mengerjakan sesuatu lebih cepat dari rekan lain? Bisa jadi, itulah bakat yang sedang memanggil, menunggu Anda melepaskan dan mengembangkannya.

Jika Anda dengan mudah bisa menyelesaikan sebuah perhitungan saat orang lain menyumpahi kalkulator, itu artinya bakat Anda sebagai seorang akuntan atau banker sedang berusaha muncul dan menyapa Anda. Nah, pikirkanlah hal-hal yang begitu mudah bagi Anda tetapi tidak bagi teman-teman. Kemudian, perhatikan bakat apa yang tengah bekerja pada diri Anda.

2. Ketertarikan

Cara lain menemukan bakat adalah dengan memikirkan hal-hal yang begitu Anda inginkan. Seringkali hal-hal yang menarik perhatian selalu berkaitan dengan kemampuan alami atau bakat. lni merupakan suatu pola konsisten dalam hidup dan bukan sekadar cara menghabiskan waktu alias hobi semata.

Nah, coba pikirkan apa yang paling Anda ingin lakukan seharian? Menonton film? Melatih hewan? Menata barang? Memainkan alat musik? Atau membaca buku? Sesuatu itu tidak harus yang menjadi ambisi Anda, meski ambisi merupakan petunjuk kuat adanya bakat yang tengah bekerja. 

Jika Anda seorang pembaca yang tekun atau rajin menulis di blog, bisa jadi bakat tersembunyi Anda adalah menulis. Atau bisa saja ketertarikan pada buku membawa Anda pada karier kepustakaan, penerbitan, dan lain-lain.

3. Kepuasan

Apa yang membuat Anda merasakan kebahagiaan dan kepuasan dalam bekerja? Pekerjaan apa yang membuat Anda begitu hanyut dan merasa tak ingin berhenti saat mengerjakannya? Bagi para atlet, perasaan hanyut sering terjadi ketika mereka berolahraga. Sementara bagi para ahli komputer, perasaan hanyut terjadi ketika mereka menghadapi piranti lunak.

Dalam keadaan hanyut, kita memang menjadi sangat terfokus pada kesempatan untuk menggunakan bakat. Alhasil, pola gelombang otak kita saat itu begitu mirip dengan pola gelombang otak ketika kita tertidur lelap. Nah, sekarang apa yang membuat Anda terhanyut? Jika Anda belum juga menemukan, pikirkan suatu kegiatan yang membuat Anda terlibat sepenuhnya. Mungkin bakat Anda ada di sana.

4. Kebiasaan

Pernahkah Anda dipuji karena kemampuan atau sikap Anda? Misalnya, orang menilai Anda sebagai karyawan yang sangat teratur atau ide pemasaran Anda hebat, atau Anda pendengar yang baik, dan lain sebagainya. Lewat komentar orang-orang di sekitar, Anda juga bisa mengetahui kemampuan alami Anda.

Ketrampilan alami memang bisa muncul dalam berbagai cara. Namun, kadang kita menganggapnya biasa saja karena ketrampilan itu sudah sangat melekat sehingga hampir tak disadari kehadirannya.

Lalu, bagaimana mengenali bakat itu? Coba cermati apa yang membuat orang tertarik pada Anda, mengenali Anda atau terfokus pada Anda? Apakah Anda menjadi tempat curahan hati teman-teman? Atau mereka selalu meminta pendapat Anda soal pakaian? Nah, di sanalah bakat Anda tersimpan. Anda hanya perlu mencari kesempatan untuk mengembangkannya.

Di bawah ini ada beberapa buku yang bisa membantu anda untuk menemukan dan mengembangkan bakat anda.





Last Updated on Saturday, 10 October 2009 04:11
 
Waktu untuk dirinya sendiri E-mail
Written by Administrator   
Friday, 08 May 2009 05:43

Pentingnya menyediakan waktu untuk diri sendiri

Bahwa setiap orang memerlukan waktu untuk dirinya sendiri. Ada beberapa orang yang sering merasa emosi (negatif), murung, dan gampang tersinggung ketika mereka terlalu banyak tekanan. Sehingga, amat penting untuk seseorang mengambil waktu untuk menyendiri dan menikmati waktu untuk bersama dirinya sendiri.


Menyendiri tidak berarti bahwa Anda harus menjauhkan diri dari kehidupan sosial. Hal ini dalam artian, Anda sebaiknya bisa menyisihkaWaktu untuk menyendiri bisa berbeda-beda. Ada yang menikmati waktu sendirinya dengan berbelanja pakaian untuk dirinya sendiri.

Ada yang menikmati waktu sendirinya dengan menulis buku harian, ada yang dengan berolahraga, atau dengan merawat tubuh di spa. Apa pun kegiatan Anda untuk menyendiri, pastikan itu adalah hal yang membuat Anda senang dan membuat Anda kembali berenergi.n waktu, bukan menyisakan waktu untuk menemukan inti diri Anda dari segala rutinitas dan kesibukan. Menghabiskan waktu untuk diri sendiri akan amat bermanfaat bagi kesehatan mental, kebahagiaan dan kekayaan diri. Ini alasannya:

1. Penemuan diri. Menghabiskan waktu untuk diri sendiri memberikan Anda kesempatan untuk menemukan hal-hal tentang diri Anda sendiri yang sebelumnya belum Anda ketahui. Selama kita bertumbuh dan menjalani hidup, kita belajar bagaimana mengenali pribadi orang lain, namun jarang untuk berkenalan mendalam dengan diri kita sendiri, kesukaan kita, apa yang tak kita suka, tanpa adanya kehadiran orang lain.

2. Merancang kehidupan diri. Dengan menyediakan waktu untuk diri sendiri, anda bisa merancang kehidupan untuk diri anda sendiri, anda bisa memilih kehidupan yang bagaimana yang akan anda jalani dan kemajuan apa saja yang anda harapkan nanti terjadi di dalam kehidupan anda.

3. Rasa berdikari dan meningkatkan kepercayaan diri. Menyendiri dan nyaman untuk menghabiskan waktu sendiri memberikan Anda kemudahan untuk lebih merasa nyaman dengan kemandirian. Melatih diri untuk mengambil keputusan, dan meningkatkan kepercayaan diri, yang kemudian membantu Anda meresapi berbagai aspek dalam hidup, termasuk ketika Anda sedang bersama orang lain.

4. Tak perlu berkompromi. Sering, kita harus berkompromi, harus mengikuti apa kemauan orang lain juga ketika sedang bersama orang lain. Kita biasanya harus mengikuti kemauan orang lain, seperti saat memutuskan tempat makan, apa yang akan ditonton, atau baju apa yang akan dibeli. Menghabiskan waktu sendiri memberikan Anda kemampuan untuk memanjakan diri dengan hal-hal yang Anda inginkan dan cintai, tanpa perlu banyak negosiasi.

5.  Meremajakan jiwa. Melepaskan diri dari orang-orang lain memberikan kesempatan untuk Anda beristirahat dari banyaknya hal-hal yang mesti dikerjakan, dan membuat Anda mampu melakukan apa yang ingin Anda kerjakan. Anda tidak lagi perlu memikirkan kepentingan orang-orang lain.

6. Perspektif yang lebih segar. Waktu untuk menyendiri memberikan kesempatan untuk membersihkan pikiran dan menyortir pikiran-pikiran Anda, sekaligus memberikan otak Anda untuk memikirkan hal lain. Ini memberikan Anda kemerdekaan untuk berpikir untuk diri sendiri, tidak lagi didikte dan dipengaruhi pendapat orang lain. Anda juga bisa merefleksikan tentang apa yang penting dalam hidup Anda dan apa yang Anda rasakan tentang situasi sehari-hari yang mesti dibereskan.

7. Apresiasi lebih tinggi terhadap orang yang Anda cintai. Menyendiri bisa memberikan Anda kesempatan untuk lebih menghargai waktu yang Anda lewati bersama orang lain. Setelah Anda menghabiskan waktu untuk diri sendiri, Anda akan merasakan adanya keseimbangan antara diri sendiri dan orang lain.

Bila Anda sulit menemukan waktu untuk menyendiri, cobalah untuk mulai dengan dosis kecil. Bahkan jika itu hanya 5 menit. Dari waktu ke waktu, cobalah untuk menambahkan waktu yang Anda habiskan untuk diri sendiri. Misalnya, dengan pergi belanja pakaian sendiri di sore hari. Atau pergi ke tempat spa sendiri. Atau mungkin dengan melakukan meditasi yoga sendiri. Atau untuk dosis kecilnya, percepat menyelesaikan tugas-tugas, pulang, dan menonton DVD sendiri. Cintai diri sendiri dengan mulai menyisihkan waktu untuk Anda sendiri.

 

Last Updated on Saturday, 10 October 2009 04:20
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>

Page 5 of 5

KutuBuku


Masukkan Code ini K1-AC7Y11-2
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com