|
Makanan dan Minuman Kekal Misa Minggu,
26 July 2009 Jam 09.00.  |
Seorang Pastor pendatang memberikan Kothbah-nya di MBK
mengenai makanan sumber kehidupan. Beliau mengatakan Tuhan Yesus benar – benar menyadari bahwa manusia
untuk hidupnya memerlukan makanan dan minuman. Dalam bacaan kedua diceritakan juga
bagaimana Tuhan memberi makan 5000 orang dengan 5 potong roti dan 2 ikan dan
masih ada sisa. Karena pentingnya makanan dan minuman sebagai sumber kehidupan
maka Tuhan menyediakan makanan dan
minuman untuk hidup yang kekal yaitu Tubuh dan Darah Tuhan Yesus Kristus.
|
Pada waktu Pastur mengadakan
konsekrasi sewaktu menyebutkan ”Inilah
Tubuh KU yang dikurbankan bagimu...kenangkanlah aku dengan merayakan peristiwa
ini....” sambil mengangkat Hosti dan memutar badannya dari kiri
ke kanan supaya umat melihat Hosti itu dan umat sambil mengangkat tangannya ke
atas dan jangan langsung menunduk. Setelah Pastur menundukkan badannya barulah
umat diperbolehkan menunduk.
Begitu juga pada waktu Pastur
mengucapkan “Inilah Darah KU
yang ditumpahkan bagimu dan bagi semua orang demi pengampunan
dosa...Kenangkanlah aku dengan merayakan peristiwa ini.....”
Maka umat juga perlu melihat waktu Pastur lagi mengangkat Piala-nya.
Pada waktu Pastur
membagi-bagikan hosti ke umat, Pastur mengatakan ”Tubuh Kristus...” Umat
diharapkan menyebutkan kata ”Amin”
dengan jelas. Itu artinya umat tersebut menyadari betul bahwa umat tersebut
meng-amini proses sewaktu pastur mengatakan ”Inilah Tubuh KU....dst... dan
Inilah Darah Ku...dst...”
Begitu pula sesudah menerima
komuni dan selesai berdoa sambil menunggu umat yang lain selesai menerima
komuni. Menurut Pastur tadi, yang paling cocok dilakukan oleh umat adalah
berbicara dengan Tuhan Kristus yang ada di dalam hati masing umat untuk
merangkum proses ekaristi tersebut.
Dengan melakukan demikian umat
tersebut menyadari bahwa umat tersebut telah menerima makanan dan minuman yang
kekal yaitu Tubuh dan Darah Kristus, supaya setelah pulang dari gereja umat
tersebut tidak merasa hampa sudah pergi ke gereja tidak mendapatkan sesuatu
yang berarti.
Kothbah dari Pastur ini
kelihatannya cukup sederhana, singkat dan padat tetapi sangat bermakna jika
diterapkan. (Sentoso,
S.Kom)
Related Article : - Untuk apa komuni setiap hari
|