jakartalantern.com

Your Shopping Cart




Your Cart is currently empty.

   

You are here: Home Content Religion
Decrease font size  Default font size  Increase font size 
Type somethings in the text box below to begin searching
Religion
Makanan dan Minuman Kekal E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 26 July 2009 09:59

 

 Makanan dan Minuman Kekal

 

Misa Minggu, 26 July 2009 Jam 09.00.

  

Seorang Pastor pendatang memberikan Kothbah-nya di MBK mengenai makanan sumber kehidupan. Beliau mengatakan Tuhan  Yesus benar – benar menyadari bahwa manusia untuk hidupnya memerlukan makanan dan minuman. Dalam bacaan kedua diceritakan juga bagaimana Tuhan memberi makan 5000 orang dengan 5 potong roti dan 2 ikan dan masih ada sisa. Karena pentingnya makanan dan minuman sebagai sumber kehidupan maka  Tuhan menyediakan makanan dan minuman untuk hidup yang kekal yaitu Tubuh dan Darah Tuhan Yesus Kristus.

 

Pada waktu Pastur mengadakan konsekrasi sewaktu menyebutkan ”Inilah Tubuh KU yang dikurbankan bagimu...kenangkanlah aku dengan merayakan peristiwa ini....” sambil mengangkat Hosti dan memutar badannya dari kiri ke kanan supaya umat melihat Hosti itu dan umat sambil mengangkat tangannya ke atas dan jangan langsung menunduk. Setelah Pastur menundukkan badannya barulah umat diperbolehkan menunduk.

Begitu juga pada waktu Pastur mengucapkan “Inilah Darah KU yang ditumpahkan bagimu dan bagi semua orang demi pengampunan dosa...Kenangkanlah aku dengan merayakan peristiwa ini.....” Maka umat juga perlu melihat waktu Pastur lagi mengangkat Piala-nya.

Pada waktu Pastur membagi-bagikan hosti ke umat, Pastur mengatakan ”Tubuh Kristus...” Umat diharapkan menyebutkan kata ”Amin” dengan jelas. Itu artinya umat tersebut menyadari betul bahwa umat tersebut meng-amini proses sewaktu pastur mengatakan ”Inilah Tubuh KU....dst... dan Inilah Darah Ku...dst...”

Begitu pula sesudah menerima komuni dan selesai berdoa sambil menunggu umat yang lain selesai menerima komuni. Menurut Pastur tadi, yang paling cocok dilakukan oleh umat adalah berbicara dengan Tuhan Kristus yang ada di dalam hati masing umat untuk merangkum proses ekaristi tersebut.

Dengan melakukan demikian umat tersebut menyadari bahwa umat tersebut telah menerima makanan dan minuman yang kekal yaitu Tubuh dan Darah Kristus, supaya setelah pulang dari gereja umat tersebut tidak merasa hampa sudah pergi ke gereja tidak mendapatkan sesuatu yang berarti.

Kothbah dari Pastur ini kelihatannya cukup sederhana, singkat dan padat tetapi sangat bermakna jika diterapkan.

(Sentoso, S.Kom)

 

Related Article :

- Untuk apa komuni setiap hari 

 

 

Last Updated on Sunday, 26 July 2009 10:15
 



Advertisement

KutuBuku


Masukkan Code ini K1-AC7Y11-2
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Ads

Pasang Iklan Anda di sini

Tiga baris Rp 50.000,- per bulan.
www.yourdomain.com

Hubungi Webmaster :
(021)-7000.2375