| Mengenal Teknik Fotografi |
|
| Written by Administrator | ||||
| Saturday, 01 August 2009 05:49 | ||||
Teknik Fotografi Digital
Teknik Fotografi digital agak berbeda sedikit
dengan teknik fotografi konvensional (yang memakai media film). Kalau dalam dunia
fotografi konevensional, kecepatan film haruslah di-set sesuai dengan film yang
kita pasang pada kamera agar light -meter kamera memberikan hasil pengukuran
yang benar yang kemudian hasil dari pengukuran tersebut dapat kita jadikan
referensi dalam mengatur diafragma dan kecepatan rana. Biasanya tombol pengatur
kecepatan film (ASA) berada bersama pada tombol pengatur kecepatan rana.
Intensitas cahaya yang tepat yang mengenai film di dalam kamera perlu diatur
sehingga di dapat gambar yang baik. Teknik pencahayaan dalam fotografi sebenarnya
bukanlah suatu ilmu pasti yang memiliki patakon benar atau salah, tetapi melainkan merupakan sebuah seni yang
bisa kita pelajari dengan melakukan percobaan dengan feeling . Di dalam dunia Fotografi digital kita lebih mudah
memahami dunia fotografi, karena hasil jepretan langsung bisa di lihat melalui
jendela LCD, sehingga kita bisa mengevaluasi hasil jepretan. Berbeda dengan
Fotografi Konvensional, dimana kita harus mencetaknya dulu baru dapat melihat,
me-review dan mengevaluasi hasil jeperetan, data teknis-nya pun kita harus
mencatatnya terlebih dahulu, sehingga butuh banyak biaya dan waktu yg terbuang
untuk bisa memperbaiki kemampuan fotografi kita Dalam dunia Fotografi ada beberapa hal yang perlu
kita ketahui yaitu Aperture dan Shutter Speed. Aperture Shutter Speed. Shutter Speed adalah kecepatan yang diperlukan untuk
menyinari sensor CMOS atau CCD pada kamera digital dan media film pada kamera
konvensional. Pada Kamera tertera angka – angka 250, 125, 60, 30, 15 dst. Ini
berarti lamnya penyinaran adalah 1/250 detik, 1/125 detik, 1/60 detik dan
seterusnya. Penulisan
shutter speed yang benar adalah 1/x. Sehingga apabila dikatakan bahwa sebuah
foto menggunkan speed 60, maka penulisannya yang benar adalah 1/60 detik. Jadi
jangan bingung kalau dikatakan bahwa speed 60 lebih cepat dibandingkan 30.
karena secara penulisan matematis memang begitu khan ? Semakin
besar angkanya berarti semakin cepat waktu yg digunakan, hal ini akan
menciptakan efek diam (freeze), misalnya kita akan memotret objek yg sedang
bergerak, misal mobil, dengan efek diam, kita memerlukan setidaknya shutter
speed diatas 1/125 detik Sebaliknya bila kita akan memotret objek tersebut dengan efek bergerak, maka dibutuhkan shutter speed kurang dari 1/125 detik, sebaiknya dilakukan dengan cara mengikuti arah gerak objek, hal ini disebut teknik panning.
Berikut
ini adalah contoh foto dengan teknik panning. ![]()
Untuk lebih mendalami mengenai Fotografi anda bisa mempelajarinya pada buku-buku di bawah ini. Related Article :
|
||||
| Last Updated on Monday, 21 February 2011 16:18 |
List All Products |
|
|
Advanced Search |
|
| Lost Password? | |
| Forgot your username? | |
|
|
|
| Download Area |