jakartalantern.com

Your Shopping Cart




Your Cart is currently empty.

   

You are here: Home Content Management Rasio Tabungan
Decrease font size  Default font size  Increase font size 
Type somethings in the text box below to begin searching
Custom Search

Rasio Tabungan E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 26 September 2009 13:34

Cara menghitung Rasio Tabungan yang baik


Banyak di antara kita, yang menyadari pentingnya menabung. Tapi, tidak banyak yang mengetahui tujuan menabung. Bahkan, parahnya lagi, masih ada yang belum bisa membedakan pengertian menabung dengan berinvestasi.

Apa benar antara menabung dan investasi itu berbeda? Menabung selama ini didefinisikan sebagai menyimpan sejumlah uang yang akan digunakan untuk kemudian hari. Semakin banyak dana yang ditabung semakin baik. Kebiasaan menabung adalah awal yang baik buat sesorang untuk mengatur pendanaan yang dimiliki. Tapi karena sifatnya sukarela, menabung tidak memiliki target dan perencanaan tertentu tapi lebih pada tujuan semula seperti membeli rumah atau lainnya.

Sedangkan berinvestasi adalah suatu proses menabung yang berorientasi pada tujuan tertentu dan bagaimana mencapai tujuan tersebut.

Berbicara mengenai menabung, ada satu hal yang perlu kita ketahui yaitu rasio tabungan. Rasio tabungan menunjukan seberapa banyak dari pendapatan Anda yang dapat Anda tabung atau investasikan. Cara menghitungnya cukup sederhana, yaitu bagikan jumlah uang yang berhasil Anda tabung dengan total pendapatan Anda.

Sebagai contoh, misalkan Mr.X mendapatkan gaji sebesar Rp. 6.000.000,-. Dalam bulan tersebut, Mr.X menabung sebesar Rp. 300.000,-. Maka rasio tabungan Mr.X adalah:
= Rp. 300.000,- / Rp. 6.000.000,- * 100%
= 5%

Angka yang normal untuk rasio tabungan adalah 10%-30%. Rasio Mr.X berada dibawah normal, artinya Mr.X tidak pandai menabung alias terlalu boros. Dengan menyadari bahwa rasio tabungannnya terlalu rendah, diharapkan Mr.X dapat lebih berhati-hati dalam berbelanja di bulan berikutnya sehingga lebih banyak uang yang bisa ditabung.

Yang menarik juga dari rasio tabungan adalah, ternyata ada orang-orang yang menabung lebih besar dari 30% total pendapatannya. Dan yang lebih menariknya lagi, ternyata dalam ilmu keuangan, orang-orang seperti ini ternyata tidak sehat secara finansial. Mengapa? Karena terlalu hemat, hingga akhirnya malah menjadi terlalu pelit. Orang-orang seperti ini tidak pernah menikmati uang yang telah secara susah payah dikumpulkan olehnya.

Jadi disini yang perlu Anda ingat adalah bahwa dalam mengelola keuangan, Anda harus bisa menyisihkan sebagian pendapatan Anda untuk digunakan di masa depan. Minimal adalah 10%. Namun, disisi lain, Anda juga harus bisa menikmati uang yang telah berhasil Anda dapatkan. Jangan semuanya disimpan buat masa depan. Jadi nilai maksimal yang sebaiknya ditabung adalah 30% dari total pendapatan Anda.






Related articles :

 

Last Updated on Sunday, 21 November 2010 15:16
 


KutuBuku


Masukkan Code ini K1-AC7Y11-2
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com