jakartalantern.com

Your Shopping Cart




Your Cart is currently empty.

   

You are here: Home Content Health Topic Women's Health HPV
Decrease font size  Default font size  Increase font size 
Type somethings in the text box below to begin searching
Custom Search

HPV E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 17 June 2009 16:01

Human Papillomavirus (HPV)  

 

Apa HPV Itu ?

HPV adalah virus yang paling sering ditemukan di seluruh dunia dan merupakan penyebab utama kanker serviks (leher rahim) pada wanita. Dari sekitar 120 tipe virus HPV ini, ada kira-kira 40 tipe yang menginfeksi daerah genitalia (kelamin).


Disebut papilloma virus karena juga dapat menimbulkan papiloma atau kutil (wart), yang sebetulnya merupakan jenis tumor jinak, umumnya disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11.Virus ini dapat menimbulkan kutil di tangan, kaki, tenggorokan, dan juga genital. HPV memegang peranan penting dalam hal terjadinya kanker serviks.Namun demikian, tidak semua tipe HPV menyebabkan kanker serviks.

Saat ini diketahui ada lebih dari 13 tipe HPV yang erat kaitannya dengan kanker serviks,antara lain tipe 16,18, 31,33, 36,39, 45,51, 52, 56, 58, 59, dan 68. Tipe 16 dan 18 khususnya ditemukan pada kurang lebih 70% kasus kanker serviks. Sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala apa pun, bahkan orang tersebut tidak tahu kalau dirinya terkena infeksi.

Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Wanita yang berhubungan seksual dibawah usia 20 tahun serta sering berganti pasangan beresiko tinggi terkena infeksi. Namun hal ini tak menutup kemungkinan akan terjadi pada wanita yang telah setia pada satu pasangan saja. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital. Karenanya, penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit.

Bagaimana HPV Ditemukan?

HPV bisa dideteksi oleh dokter dengan Test Pap (Pap Smear)  untuk mencari pertumbuhan sel yang tidak normal (kutil) yang disebut Displasia (Kutil Kelamin) di dalam atau di sekitar leher rahim atau dubur. Displasia dapat berkembang menjadi kanker dubur pada laki-laki dan perempuan, dan kanker leher rahim (cervical cancer), atau kanker penis.

Displasia di sekitar dubur disebut Neoplasia Intraepitelial Anal (Anal Intraepithelial Neoplasia /AIN). Epitel adalah lapisan sel yang meliputi organ atau menutupi permukaan tubuh yang terbuka. Neoplasia berarti perkembangan sel baru yang tidak normal. AIN adalah perkembangan sel baru yang tidak normal pada lapisan dubur.

Displasia pada daerah leher rahim disebut Neoplasia Intraepitelial Serviks (Cervical Intraepithelial Neoplasia/CIN). Tampaknya AIN dan CIN lebih umum pada Odha dibanding orang HIV-negatif.

Test Pap Smear ini biasanya dipakai untuk memeriksa leher rahim perempuan. Tes ini juga dapat dipakai untuk memeriksa dubur laki-laki dan perempuan. Kain penyeka diraba-raba pada daerah yang ingin diperiksa, untuk memungut beberapa sel. Sel ini dilumuri pada kaca dan diperiksa dengan mikroskop.

Tes refleks dipakai untuk menindaklanjuti hasil tes Pap yang tidak jelas. Tes ini dapat menunjukkan orang yang membutuhkan pemeriksaan lebih teliti atau pengobatan. Tes refleks menentukan jenis HPV yang ada dan apakah pengobatan agresif dibutuhkan.

Beberapa peneliti menganggap bahwa tes Pap pada dubur dan leher rahim sebaiknya dilakukan setiap tahun untuk orang yang berisiko lebih tinggi:

 

    * Orang yang menerima seks anal (penis masuk pada duburnya)

    * Perempuan yang pernah mengalami CIN

    * Siapa pun dengan jumlah CD4 di bawah 500

 

Kutil kelamin dapat muncul antara beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah seorang terinfeksi HPV. Kutil dapat kelihatan seperti benjolan kecil. Kadang kala, kutil ini dapat menjadi lebih penuh dengan daging dan kelihatan seperti kol kembang. Semakin lama, kutil dapat menjadi semakin besar.

Umumnya, dokter dapat menentukan apakah kita mempunyai kutil kelamin dengan melihatnya. Kadang kala alat yang disebut anoskop dipakai untuk memeriksa daerah dubur. Jika perlu, contoh kutil dipotong dan diperiksa dengan mikroskop. Ini disebut biopsi.

HPV yang menyebabkan kutil kelamin tidak sama dengan virus yang menyebabkan kanker. Tetapi jika kita mempunyai kutil, kita mungkin juga terinfeksi jenis HPV lain yang dapat menyebabkan kanker.

Satu penelitian menemukan HPV pada 77% perempuan HIV-positif. HPV menular dengan mudah melalui hubungan seks. Diperkirakan 75% orang yang aktif secara seksual yang berusia 15-49 tahun di AS mengalami sedikitnya satu jenis infeksi HPV. Statistik untuk Indonesia belum diketahui.

Berbagai jenis HPV menyebabkan kutil umumnya pada tangan atau kaki. Infeksi pada tangan dan kaki biasanya tidak menular melalui hubungan seks. Beberapa jenis HPV dapat menyebabkan kutil kelamin pada penis, vagina dan dubur. Odha dapat mengalami luka yang lebih buruk di dubur dan daerah rahim. HPV juga dapat mengakibatkan masalah pada mulut atau pada lidah dan bibir.

Apakah Infeksi HPV Dapat Dicegah ?

Tidak ada cara yang mudah untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi HPV. Orang yang tidak menunjukkan tanda atau gejala infeksi HPV tetap dapat menularkan infeksinya.

Kondom tidak mencegah penularan HPV secara keseluruhan. Virus ini dapat menular melalui hubungan langsung dengan daerah kulit yang terinfeksi yang tidak diliputi oleh kondom.

Laki-laki dan perempuan yang aktif secara seksual mungkin sebaiknya melakukan tes Pap secara berkala pada vagina dan/atau dubur untuk mencari sel yang abnormal atau tanda awal kutil. Hasil positif dapat ditindaklanjuti untuk mengetahui apakah pengobatan dibutuhkan.

Vaksin bernama Gardasil untuk mencegah beberapa jenis HPV disetujui di AS pada 2006. Namun vaksin tersebut belum diuji coba atau disetujui untuk orang terlanjur terinfeksi HPV.

 

Bagaimana Infeksi HPV Diobati ?

Belum ada pengobatan langsung untuk infeksi HPV. Sistem kekebalan tubuh dapat “memberantas” infeksi HPV. Namun orang tersebut dapat tertular lagi. Displasia dan kutil dapat dicabut. Ada beberapa cara untuk melakukan ini:

    * Membakarnya dengan jarum listrik (kauterisasi listrik) atau laser.

    * Membekukannya dengan nitrogen cair.

     * Memotongnya secara bedah.

    * Mengobatinya dengan zat kimia.

Pengobatan lain yang kurang lazim untuk kutil termasuk obat 5-FU (5-fluorourasil) dan interferon alfa. 5-FU berbentuk krim. Suatu obat baru, yaitu imikuimod, disetujui di AS untuk mengobati kutil kelamin. Sidofovir, yang aslinya dikembangkan untuk mengobati virus sitomegalo (CMV) mungkin juga dapat membantu memerangi HPV.

Infeksi HPV dapat bertahan lama, terutama pada orang HIV-positif. Displasia dan kutil dapat kambuh. Penyakit ini sebaiknya diobati sesegera mungkin untuk mengurangi kemungkinan penyebaran atau kambuh.

HPV saat ini dianggap sebagai infeksi yang paling erat kaitannya dengan kanker serviks / cervical cancer. Terdapat  lebih dari 100 tipe HPV di mana sebagian besar tidak berbahaya, tidak menimbulkan gejala yang nyata dan akan hilang dengan sendirinya. Infeksi HPV paling sering terjadi pada kalangan dewasa muda (18-28 tahun). Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Berkaitan dengan kanker serviks, HPV dapat dibagi menjadi 2 tipe yaitu: tipe yang beresiko rendah dan tipe yang beresiko tinggi.

Tipe HPV yang beresiko rendah hampir tidak beresiko terhadap terjadinya kanker serviks / cervical cancer, tapi dapat menimbulkan genital warts (penyakit kutil kelamin). Walaupun sebagian besar infeksi HPV akan sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 tahun karena adanya sistem kekebalan tubuh alami, HPV tipe beresiko rendah atau tinggi dapat menyebabkan kelainan yang disebut pra kanker. Sementara infeksi yang menetap yang disebabkan oleh HPV tipe beresiko tinggi dapat mengarah pada kanker serviks.

Saat ini telah tersedia Vaksinasi untuk HPV. Vaksinasi HPV diharapkan membangun kekebalan tubuh terhadap infeksi HPV dan pada akhirnya akan berperan sebagai salah satu upaya pencegahan dari kanker serviks.

Sumber Informasi : Dari Berbagai sumber 

 

Learn more about HPV from the bestseller book below, click the icons below to more detail.

The HPV Bestseller Books Series













Related article :

- Human Papillomavirus (HPV)

- How to make Breast Bigger ?

- Female Masturbation

- The Benefits of Orgasm


Last Updated on Wednesday, 16 March 2011 15:57
 


KutuBuku


Masukkan Code ini K1-AC7Y11-2
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com