| HPV |
|
| Written by Administrator | |||||||||||||||||||
| Wednesday, 17 June 2009 16:01 | |||||||||||||||||||
Human Papillomavirus (HPV)Apa HPV Itu ? HPV adalah virus yang paling sering ditemukan di seluruh
dunia dan merupakan penyebab utama kanker serviks (leher rahim) pada wanita. Dari sekitar 120 tipe virus HPV ini, ada
kira-kira 40 tipe yang menginfeksi daerah genitalia (kelamin).
Penularan virus
HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan
berganti-ganti pasangan. Wanita yang berhubungan seksual dibawah usia 20 tahun
serta sering berganti pasangan beresiko tinggi terkena infeksi. Namun hal ini
tak menutup kemungkinan akan terjadi pada wanita yang telah setia pada satu
pasangan saja. Penularan
virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke
organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital. Karenanya,
penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh
mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus
ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Bagaimana HPV
Ditemukan? HPV bisa
dideteksi oleh dokter dengan Test Pap (Pap Smear) untuk mencari pertumbuhan sel yang tidak
normal (kutil) yang disebut Displasia (Kutil Kelamin) di dalam atau di sekitar
leher rahim atau dubur. Displasia dapat berkembang menjadi kanker dubur pada
laki-laki dan perempuan, dan kanker leher rahim (cervical cancer), atau kanker
penis. Displasia di
sekitar dubur disebut Neoplasia Intraepitelial Anal (Anal Intraepithelial Neoplasia
/AIN). Epitel adalah lapisan sel yang meliputi organ atau menutupi permukaan
tubuh yang terbuka. Neoplasia berarti perkembangan sel baru yang tidak normal.
AIN adalah perkembangan sel baru yang tidak normal pada lapisan dubur. Displasia pada
daerah leher rahim disebut Neoplasia Intraepitelial Serviks (Cervical Intraepithelial Neoplasia/CIN). Tampaknya AIN dan CIN lebih umum pada Odha
dibanding orang HIV-negatif. Test Pap Smear
ini biasanya dipakai untuk memeriksa leher rahim perempuan. Tes ini juga dapat
dipakai untuk memeriksa dubur laki-laki dan perempuan. Kain penyeka diraba-raba
pada daerah yang ingin diperiksa, untuk memungut beberapa sel. Sel ini dilumuri
pada kaca dan diperiksa dengan mikroskop. Tes refleks
dipakai untuk menindaklanjuti hasil tes Pap yang tidak jelas. Tes ini dapat
menunjukkan orang yang membutuhkan pemeriksaan lebih teliti atau pengobatan. Tes refleks menentukan jenis HPV yang ada
dan apakah pengobatan agresif dibutuhkan. Beberapa peneliti
menganggap bahwa tes Pap pada dubur dan leher rahim sebaiknya dilakukan setiap
tahun untuk orang yang berisiko lebih tinggi: * Orang yang menerima seks anal (penis
masuk pada duburnya) * Perempuan yang pernah mengalami CIN * Siapa pun dengan jumlah CD4 di bawah 500 Kutil kelamin
dapat muncul antara beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah seorang
terinfeksi HPV. Kutil dapat kelihatan seperti benjolan kecil. Kadang kala,
kutil ini dapat menjadi lebih penuh dengan daging dan kelihatan seperti kol
kembang. Semakin lama, kutil dapat menjadi semakin besar. Umumnya, dokter
dapat menentukan apakah kita mempunyai kutil kelamin dengan melihatnya. Kadang
kala alat yang disebut anoskop dipakai untuk memeriksa daerah dubur. Jika
perlu, contoh kutil dipotong dan diperiksa dengan mikroskop. Ini disebut
biopsi. HPV yang
menyebabkan kutil kelamin tidak sama dengan virus yang menyebabkan kanker. Tetapi jika kita mempunyai kutil, kita
mungkin juga terinfeksi jenis HPV lain yang dapat menyebabkan kanker. Satu penelitian
menemukan HPV pada 77% perempuan HIV-positif. HPV menular dengan mudah melalui
hubungan seks. Diperkirakan 75% orang yang aktif secara seksual yang berusia
15-49 tahun di AS mengalami sedikitnya satu jenis infeksi HPV. Statistik untuk
Indonesia belum diketahui. Berbagai jenis
HPV menyebabkan kutil umumnya pada tangan atau kaki. Infeksi pada tangan dan kaki biasanya tidak
menular melalui hubungan seks. Beberapa jenis HPV dapat menyebabkan kutil
kelamin pada penis, vagina dan dubur. Odha dapat mengalami luka yang lebih
buruk di dubur dan daerah rahim. HPV juga dapat mengakibatkan masalah pada
mulut atau pada lidah dan bibir. Apakah Infeksi
HPV Dapat Dicegah ? Tidak ada cara
yang mudah untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi HPV. Orang yang tidak
menunjukkan tanda atau gejala infeksi HPV tetap dapat menularkan infeksinya. Kondom tidak
mencegah penularan HPV secara keseluruhan. Virus ini dapat menular melalui
hubungan langsung dengan daerah kulit yang terinfeksi yang tidak diliputi oleh
kondom. Laki-laki dan
perempuan yang aktif secara seksual mungkin sebaiknya melakukan tes Pap secara
berkala pada vagina dan/atau dubur untuk mencari sel yang abnormal atau tanda
awal kutil. Hasil positif dapat ditindaklanjuti untuk mengetahui apakah
pengobatan dibutuhkan. Vaksin bernama
Gardasil untuk mencegah beberapa jenis HPV disetujui di AS pada 2006. Namun
vaksin tersebut belum diuji coba atau disetujui untuk orang terlanjur
terinfeksi HPV. Bagaimana Infeksi
HPV Diobati ? Belum ada
pengobatan langsung untuk infeksi HPV. Sistem kekebalan tubuh dapat
“memberantas” infeksi HPV. Namun orang tersebut dapat tertular lagi. Displasia
dan kutil dapat dicabut. * Membakarnya dengan jarum listrik (kauterisasi listrik) atau laser. * Membekukannya dengan nitrogen cair. * Memotongnya secara bedah. * Mengobatinya dengan zat kimia. Pengobatan lain
yang kurang lazim untuk kutil termasuk obat 5-FU (5-fluorourasil) dan
interferon alfa. 5-FU berbentuk krim. Suatu obat baru, yaitu imikuimod,
disetujui di AS untuk mengobati kutil kelamin. Sidofovir, yang aslinya
dikembangkan untuk mengobati virus sitomegalo (CMV) mungkin juga dapat membantu
memerangi HPV. Infeksi HPV dapat
bertahan lama, terutama pada orang HIV-positif. Displasia dan kutil dapat
kambuh. Penyakit ini sebaiknya diobati sesegera mungkin untuk mengurangi
kemungkinan penyebaran atau kambuh. HPV saat ini dianggap sebagai infeksi yang paling erat kaitannya dengan kanker serviks / cervical cancer. Terdapat lebih dari 100 tipe HPV di mana sebagian besar tidak berbahaya, tidak menimbulkan gejala yang nyata dan akan hilang dengan sendirinya. Infeksi HPV paling sering terjadi pada kalangan dewasa muda (18-28 tahun). Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Berkaitan dengan kanker serviks, HPV dapat dibagi menjadi 2 tipe yaitu: tipe yang beresiko rendah dan tipe yang beresiko tinggi. Tipe HPV yang beresiko rendah hampir tidak beresiko terhadap terjadinya kanker serviks / cervical cancer, tapi dapat menimbulkan genital warts (penyakit kutil kelamin). Walaupun sebagian besar infeksi HPV akan sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 tahun karena adanya sistem kekebalan tubuh alami, HPV tipe beresiko rendah atau tinggi dapat menyebabkan kelainan yang disebut pra kanker. Sementara infeksi yang menetap yang disebabkan oleh HPV tipe beresiko tinggi dapat mengarah pada kanker serviks. Saat ini telah tersedia Vaksinasi untuk HPV. Vaksinasi HPV diharapkan membangun kekebalan tubuh terhadap infeksi HPV dan pada akhirnya akan berperan sebagai salah satu upaya pencegahan dari kanker serviks. Sumber Informasi : Dari Berbagai sumber
Learn more about HPV from the bestseller book below, click the icons below to more detail.
Related article : |
|||||||||||||||||||
| Last Updated on Wednesday, 16 March 2011 15:57 | |||||||||||||||||||
List All Products |
|
|
Advanced Search |
|
| Lost Password? | |
| Forgot your username? | |
|
|
|
| Download Area |