Persalinan Normal adalah yang paling baikMETODE persalinan yang umum adalah persalinan
normal melalui jalan lahir ibu. Sementara itu, bedah caesar dilakukan
dengan menyayat bagian bawah perut hingga rahim.
 | Menurut
spesialis kebidanan dan kandungan dari RS Mitra Kelapa Gading Jakarta
dr Boy Abidin SpOG, beberapa kondisi yang menyulitkan persalinan normal
di antaranya letak plasenta yang mengarah ke jalan rahim sehingga
kepala bayi tidak bisa mengarah ke bawah, bayi terjerat tali pusat
sehingga tidak bisa berputar, atau bentuk rahim yang bermasalah sejak
awal. Misalnya bentuknya tidak seperti buah pir, atau adanya miom. |
"Sebab lainnya adalah ketidaksesuaian panggul ibu dan kepala bayi.
Mungkin saja panggul normal, tapi posisi kepala bayi tidak pas. Atau
sebaliknya, kepala bayi normal, tapi panggul tidak pas, ditambah tali
pusat yang menghambat," kata dr Boy. Beberapa tahun terakhir,
jumlah ibu hamil yang memilih melahirkan secara caesar meningkat secara
signifikan. Saat ini, prevalensi persalinan caesar di Amerika Serikat
sekitar 29,1%. Adapun rata-rata prevalensi caesar di negara lain di
dunia adalah sekitar 5%-15%. Di Indonesia sendiri, persalinan caesar di
rumah sakit pemerintah berkisar 11%-15%, dan di rumah sakit swasta
sebesar 30%-40%.
"Bahkan, di rumah sakit swasta di Jakarta ada yang angkanya mencapai 80%," sebut dr Andon Hestiantoro SpOG.
Ironisnya, di luar alasan medis, tingginya angka caesar terkadang
disebabkan oknum dokternya sendiri yang turut menawarkan pilihan normal
atau caesar. Selain itu, tuntutan menjaga penampilan pascamelahirkan
seperti takut panggul atau vagina longgar, membuat ibu menempuh jalan
pintas lewat operasi.
Selain berpengaruh pada kondisi
kesehatan bayi, Andon mengemukakan bahwa cara persalinan terkait dengan
angka kematian dan angka kesakitan ibu. Persalinan dengan bedah caesar
terkait dengan kematian ibu tiga kali lebih besar dibanding persalinan
normal. Angka kematian langsung akibat persalinan caesar adalah sekitar
5,8 per 100.000 persalinan.
Demikian juga angka kesakitan
persalinan dengan bedah caesar lebih tinggi, yakni sekitar 27,3 per
1.000 persalinan, dibandingkan persalinan normal yang hanya 9 per 1.000
persalinan. Sementara bayi baru lahir dengan operasi caesar juga
berisiko kematian, gangguan pernapasan, trauma, dan gangguan otak.
"Risiko ini 3,5 kali lebih besar dibandingkan persalinan normal," sebut Andon. Sebuah penelitian menunjukkan, para ibu yang melakukan persalinan
normal mempunyai ikatan yang lebih kuat dengan bayi mereka dibandingkan
dengan ibu yang melahirkan dengan cara operasi cesar. Berdasarkan
penelitian ini, ibu yang melakukan persalinan normal akan lebih
responsif terhdap tangisan bayi mereka dibandingkan ibu yang melakukan
cesar. Dari tes MRI ditemukan kalau area otak yang mengatur emosi,
motivasi dan kebiasaan pada ibu yang melahirkan normal ini, lebih
sensitif terhadap tangisan bayi mereka. Perbedaan ini diduga
disebabkan oleh perbedaan pengalaman antara ibu. Ibu yang melakukan
persalinan normal mengalami pelepasan hormon oxytosin dari posterior pituitary, kontraksi rahim serta stimulus vagina-servikal yang tidak dialami oleh ibu yang melakukan cesar. Dengan
merasakan sakit sebentar saat melahirkan, ibu bisa memetik dampak
positif seumur hidupnya. Berikut beberapa manfaat positif lain yang
bisa Anda rasakan dengan melakukan persalinan normal: 1. Dengan
melakukan persalinan normal, ibu bisa bebas bergerak, baik ke kamar
kecil, berjalan atau mengubah posisi saat melahirkan. Berdasarkan
temuan beberapa studi, penggunaan obat-obatan akan menyulitkan ibu
mengubah posisi bahkan setelah melahirkan. 2. Dalam
persalinan normal, ibu bisa merasakan refleks tubuh. Dengan begitu, ibu
bisa mendorong dengan lebih baik dan biasanya lebih cepat. Pada
faktanya, studi-studi telah menunjukkan bahwa penggunaan anestesi akan
memperpanjang waktu mendorong. 3. Rasa
sakit selama proses persalinan akan memandu ibu untuk menemukan posisi
tertentu yang lebih tepat. Misalnya, jika punggungnya sakit, maka
secara alamiah ibu akan mengangkat punggung. Ini justru akan membantu
memutar posisi bayi. Mengalami sakit pinggang merupakan satu pertanda
kalau posisi bayi posterior dan perlu dirotasi. 4. Berdasarkan
pengakuan para ibu yang melakukan persalinan alami, proses pemulihan
mereka biasanya lebih cepat. Mereka bisa langsung berdiri dan berjalan
serta mandi. Biasanya mereka juga langsung bisa makan dengan selera normal. 5. Pada persalinan normal terjadi sekresi endorphin
yang ditemukan pada plasenta dan ari-ari. Hal ini berfungsi membantu
bayi menyesuaikan diri di dunia luar serta membuat proses keluar lebih
menyenangkan bagi bayi. 6. Penelitian
telah menunjukkan, bayi yang lahir melalui persalinan normal lebih peka
dan lebih tertarik melakukan tindakan pra menyusui seperti menghisap
dan memijat payudara ibu. 7. Bayi yang
dilahirkan dari persalinan normal biasanya lebih sehat. Dengan terlahir
secara alami sebagaimana mestinya, mereka telah melalui masa yang
diperlukan selama kehamilan. 8. Bayi-bayi yang
dilahirkan melalui vagina mempunyai paru-paru yang lebih kuat berkaitan
dengan proses pengangkutan oksigen ke jaringan-jaringan tubuh. Keuntungan medicated birth: 1. Ibu
yang melalui proses melahirkan yang panjang bisa menggunakan obat
penghilang rasa sakit. Obat ini bisa membantu ibu beristirahat sebelum
waktu mendorong. 2. Jika ibu semakin tegang selama kontraksi, obat penghilang rasa sakit bisa membantunya agar lebih rileks. 3. Jika
ibu sangat takut dengan proses melahirkan atau trauma karena pengalaman
sebelumnya maka penggunaan obat bisa membantu menghilangkan kecemasannya. 4. Pada kondisi kesehatan tertentu, operasi cesar penting dilakukan untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi. Related articles : 1. Nutrisi untuk Ibu Hamil 2. Kalsium untuk perkembangan anak 3.Lebih baik melahirkan normal atau caesar 4. Ingin punya anak atau karir ? 5. Ibu hamil dilarang minum soda Click the icon below to see detail.
|