jakartalantern.com

Your Shopping Cart




Your Cart is currently empty.

   

You are here: Home Content Health Topic Women's Health Female Masturbation
Decrease font size  Default font size  Increase font size 
Type somethings in the text box below to begin searching
Female Masturbation E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 17 September 2009 16:46
Article Index
Female Masturbation
Female Masturbation Page 2
Female Masturbation Page 3
Female Masturbation Page 4
All Pages

Female Masturbation Guide

Petunjuk Masturbasi wanita

Masturbation gives women the opportunity to explore their body while at the same time giving them a high degree of sexual freedom. It allows them the opportunity to experience sexual pleasure without relying on a partner, and to release sexual tension when they feel the need to.

Masturbasi memberikan wanita kesempatan untuk mengexplorasi tubuh mereka sementara pada saat yang sama memberikan mereka tingkat yang tinggi dari kebebasan sexual. Masturbasi membuat mereka mengalami kesenangan sexual tanpa bergantung pada seorang parent dan melepaskan hasrat sexual ketika mereka merasa membutuhkannya.

Masturbation can be a very empowering learning tool for women - it teaches them about their bodies, and how it responds to sexual stimulation. Many normal and healthy women only experience orgasm while masturbating, or find it is their most intense type of orgasm. Masturbation is the first and most important sexual skill a woman should learn, as it holds the key to enjoying other forms of sexual activity. Ideally, this skill is commenced early in life (preferably prior to the age of five), but far too often it is not learned until a woman is in her late teens or early twenties. This stems from the incorrect notion that children are entirely devoid of sexuality and that they must be protected from its 'evils'. Children, especially infants, are incredibly curious individuals who will undoubtedly discover masturbation on their own. A parent, if they discover their child masturbating, should not chastise them for it, but rather, tell them about appropriate private and public behaviour.

Masturbasi dapat menjadi sangat berguna sebagai alat pembelajaran untuk wanita, mengajarkan wanita tentang tubuh mereka dan bagaimana merespon rangsangan sexual. Banyak wanita normal dan sehat hanya mengalami orgasme ketika mereka melakukan masturbasi atau menemukan orgasme yang paling enak. Masturbasi adalah keahlian seorang wanita yang pertama dan paling penting untuk mereka pelajari karena itu merupakan kunci untuk menikmati bentuk lain dari aktivitas sexual. Idealnya keahlian ini dimulai pada awal dari kehidupan (lebih disukai sebelum berumur lima tahun), tetapi jauh yang sering terjadi tidak dipelajari sampai seorang wanita pada akhir remaja atau di awal umur dua puluhan. Hal ini berakar dari notasi yang tidak benar bahwa anak-anak sama sekali dihindari dari aktivitas seksual dan yang mereka harus lindungi dari kejahatannya. Anak-anak khususnya bayi adalah individu yang sangat penasaran yang tidak diragukan lagi menemukan masturbasi dengan cara mereka sendiri. Orang tua, jika menemukan anak mereka masturbasi seharusnya tidak menghukum mereka dari hal tersebut, tetapi memberitahukan mereka tentang tingkah laku tempat pribadi dan tingkah laku di tempat umum.

However, not all women have negative views of masturbation, nor indeed do all women feel the need to masturbate. The point is that women are increasingly developing more positive attitudes towards masturbation and the pleasure it can bring them. If given the opportunity, women will often discuss their masturbation habits with pride, without the least amount of guilt.

Namun demikian, tidak semua wanita mempunyai pandangan negative dari masturbasi, tidak juga semua wanita mempunyai perasaan untuk masturbasi. Intinya bahwa wanita perlu meningkatkan pengembangan lebih banyak sikap – sikap positif  terhadap masturbasi dan kesenangan yang dapat dibawakan kepada mereka. Jika diberi kesempatan, wanita akan sering mendiskusikan kebiasaan masturbasi mereka dengan bangga tanpa sedikitpun bersalah.

Common Misconceptions

In spite of the sexual revolution, female masturbation is still somewhat taboo. Even though popular songs, movies and television make mention of female masturbation, it is not a common topic of discussion. People are more likely to make mention of males masturbating than females. It is a given that males masturbate, but for females, even though it might be commonly accepted that they do it, they are not expected to. If a woman does not know that her peers masturbate and that they presume that she does, she is less likely to do it ... or if she does, she feels guilty for doing so. Since many women do not generally talk about it, it is often presumed that they do not masturbate.

Kesalahpahaman umum

Sebagai ganti dari revolusi sexual, masturbasi wanita adalah masih merupakan sesuatu yang tabu. Bahkan musik popular, film dan televise menyebut masturbasi wanita merupakan topic diskusi yang kurang umum. Orang – orang lebih sering menyebut masturbasi pria daripada wanita. Itu lumrah kalo pria masturbasi, tetapi untuk wanita meskipun secara umum diterima bahwa mereka melakukan itu, mereka tidak berharap hal tersebut terjadi. Jika seorang wanita tidak mengetahui teman sebayanya masturbasi dan mereka menganggap bahwa temannya melakukan, dia kurang menyukai melakukan hal tersebut…atau jika dia melakukan, dia akan merasa bersalah untuk hal tersebut. Karena kebanyakan wanita secara umum tidak membicarakan tentang hal tersebut seringkali dianggap mereka tidak melakukannya.

Another common misconception of women is that if they have a partner, they should not feel the need to masturbate. Or if they are single, that masturbating would reinforce their single status; in other words, if they were not single, they would not have to masturbate. So instead of masturbating, some go in search of a partner. This is not the best solution and typically results in unfulfilled desires.

Kesalahpahaman lain yang umum dari wanita adalah bahwa jika mereka mempunyai seorang parent, mereka seharusnya tidak merasa perlu untuk masturbasi. Atau jika mereka masih single, masturbasi akan mempengaruhi status single mereka, dengan kata lain merek sudah tidak single, mereka tidak harus melakukan masturbasi. Jadi sebagai ganti dari masturbasi, beberapa diantara mereka pergi mencari seorang pasangan. Ini bukanlah solusi terbaik dan secara tipikal menghasilkan hasrat yang kurang terpenuhi.

Since masturbation is seen as a "solo" activity, some women with partners do not feel it is appropriate for them to masturbate. If they have a partner, it is believed that their sexual activities with them should fulfil all their sexual needs. While a nice ideal, in real life a lot of women's sexual needs are not met fully by their partner, no matter how good and loving a partner they have. For women with partners, it is important that they understand that it is perfectly healthy and normal for them to masturbate, and they should do so without feeling guilty. For many women the frequency with which they masturbate should not change when they go from being single to having a sexual partner. Some women may find they masturbate even more when they have a partner, as having a partner makes them feel more sexual, and increases their desire for sex and sexual pleasure.

Karena masturbasi dilihat sebagai kegiatan tunggal, beberapa wanita dengan pasangan-pasangannya tidak merasa hal tersebut cocok bagi mereka untuk melakukan masturbasi. Jika mereka mempunyai seorang pasangan, dipercayakan bahwa aktivitas sexual mereka harus memenuhi keinginan sex mereka. Sementara cukup ideal di dunia nyata ada banyak keinginan sexual wanita tidak dipenuhi oleh pasangan – pasangan mereka, tidak perduli bagaimana baik dan cintanya seorang pasangan yang mereka miliki. Bagi wanita dengan pasangannya, adalah hal penting untuk mereka mengerti bahwa adalah sesungguhnya sehat dan normal bagi mereka untuk melakukan masturbasi dan mereka seharusnya melakukannya tanpa rasa bersalah. Kebanyakan wanita, frekuensi yang mana mereka melakukan masturbasi seharusnya tidak berubah ketika mereka masih single sampai mereka memiliki seorang pasangan. Beberapa wanita mungkin menemukan bahwa mereka masturbasi bahkan lebih ketika mereka mempunyai seorang pasangan, karena dengan memiliki pasangan membuat mereka merasa lebih sexual dan meningkatkan keinginan sex mereka dan kesenangan sex mereka.



Last Updated on Thursday, 04 March 2010 10:57
 

Advertisement

KutuBuku


Masukkan Code ini K1-AC7Y11-2
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Ads

Pasang Iklan Anda di sini

Tiga baris Rp 50.000,- per bulan.
www.yourdomain.com

Hubungi Webmaster :
(021)-7000.2375