| About Acne |
|
| Written by Administrator | ||||||||||
| Saturday, 29 August 2009 06:18 | ||||||||||
About AcneTentang Jerawat
Acne happens
almost to everyone — more than 90% of all adolescents, nearly 50% of all adult
women and 25% of all adults and It is still no cure. Jerawat terjadi hampir pada semua orang, lebih dari 90% pada anak
remaja, 50% pada wanita dewasa dan 25% pada semua orang dewasa dan masih belum
ada obatnya. The secret to managing acne is prevention — stopping this condition before it exhibits
visual symptoms. Once you have found an acne treatment that helps you
accomplish this, it's important to stick with it. Even after pimples disappear,
you may need to continue treatment to keep new blemishes at bay. It's also
crucial to begin treatment as soon as the first signs appear; the sooner you
address your acne, the less likely you are to experience permanent damage to
your skin. Of course, in order to stop acne, we must first find out how it
starts. Rahasia untuk menangani jerawat adalah dengan mencegahnya, menghentikannya sebelum gejala-gejalanya kelihatan. Sekali anda telah menemukan sebuah cara untuk menghilangkan jerawat, tetap gunakan cara tersebut. Bahkan setelah bintik-bintik jerawat menghilang, anda perlu tetap melakukan perawatan agar supaya jerawat baru tidak terjadi. Penting sekali untuk memulai pengobatan sesegera mungkin setelah tanda-tanda jerawat muncul pertama kali., semakin cepat anda menangani jerawat semakin kecil terjadinya kerusakan pada kulit anda. Tentu untuk menghentikan jerawat kita pertama – tama perlu mengetahui bagaimana caranya. What
causes acne? Apa Penyebab Jerawat ? One of the most important things you can learn about acne is
this: It's not your fault. Contrary to popular belief, acne is not
caused by anything you're doing — what you eat, how often you wash your
face or work out — but by a combination of factors at work far beneath the
surface of your skin. Salah satu hal penting yang akan anda pelajari
tentang jerawat adalah hal ini bukanlah karena kesalahan anda. Berlawanan
dengan kepercayaan yang umum, jerawat disebabkan oleh sesuatu hal yang sedang anda
lakukan, apa yang anda makan, berapa sering anda membasahi wajah anda tetapi
disebabkan oleh sebuah kombinasi dari beberapa factor dibawah permukaan kulit
anda. A
healthy follicle
Sebuah Follicle yang sehat A blemish
begins approximately 2–3 weeks before it appears on your skin's surface. It
starts in your sebaceous hair follicles — the tiny holes commonly called pores.
Deep within each follicle, your sebaceous glands are working to produce sebum,
the oil that keeps your skin moist and pliable. As your skin renews itself, the
old cells die, mix with your skin's natural oils, and are sloughed off. Under
normal circumstances, these cells are shed gradually, making room for fresh new
skin. But sloughing is different for everyone. Some people shed cells
evenly; some don't. Uneven shedding causes dead cells to become sticky,
clumping together to form a plug — much like a cork in a bottle. This plug, or comedo, traps oil and bacteria inside
the follicle. Sebuah jerawat mulai tumbuh kira-kira 2-3 minggu sebelum muncul ke
permukaan kulit anda. Jerawat mulai pada kantung rambut anda (follicle), sebuah
lobang kecil yang disebut dengan pori-pori. Di dalam setiap jaringan follicle,
kelenjar sebaceous anda bekerja untuk memproduksi sebum, minyak yang menjaga
agar kulit anda tetap lembab dan lembut. Selama kulit memperbaharui dirinya
sendiri, sel kulit yang lama mati, bercampur dengan minyak alami kulit anda dan
mengenang. Dalam keadaan normal, sel-sel ini terkelupas secara pelan-pelan,
menyediakan ruangan untuk kulit baru yang segar. Proses
pengelupasan ini berbeda untuk setiap orangnya. Pada
Beberapa orang sel-sel nya mengelupas secara merata, pada sebagian orang lagi
tidak mengelupas secara merata. Pengelupasan sel yang tidak rata menyebabkan
sel-sel mati menjadi lengket, menggumpal bersama untuk membentuk sebuah plak
seperti sebuah gabus pada sebuah botol. Plak ini atau
comedo atau minyak yang terjebak dan bakteri berada di dalam sel follicle A
plugged follicle Sebuah
jaringan follicle yang terumbat. The
plug traps oil and bacteria within the follicle, which begins to swell as your
skin continues its normal oil production. Your body then attacks the bacteria
with a busy swarm of white blood cells. The whole process takes 2–3 weeks,
culminating in a pimple. Plag yang terjebak minyak dan bakteri di dalam
jaringan follicle, yang mulai bergelombang selama kulit anda memproduksi
sejeumlah sel darah putih. Proses semuanya membutuhkan 2-3 minggu, puncaknya
pada sebuah bintik merah.
Mengapa saya ? There is no one simple "cause" of acne — the condition
is influenced by many factors, many which are out of your control. The
regularity with which you shed skin cells can change throughout your life. The
rate at which you produce sebum is affected by your hormone balance, which is
often in flux — especially for women. Research has also shown that genetics
play a big part in the development and persistence of acne, so your family
history is a valuable prediction tool as well when considering the various causes
of acne. Tidak ada satu hal sederhana yang menyebabkan jerawat, kondisinya
dipengaruhi oleh banyak factor, yang kebanyakan di luar kendali anda. Sifat
beraturan yang mana kulit yang mengelupas anda dapat berubah sepanjang hidup
anda. Tingkat sebum yang anda diproduksi dipengaruhi oleh keseimbangan hormone
anda, pada wanita tingkat keseimbangan hormonnya sering berfluktuasi. Riset
telah membuktikan bahwa keturunan mempunyai peran yang besar di dalam
perkembangan dan timbulnya jerawat, sehingga sejarah dari keluarga anda adalah
merupakan alat prediksi yang sangat berharga ketika mempertimbangkan mengenai
berbagai macam penyebab jerwata. One of the best weapons in the fight against acne, however, is
knowledge. By understanding them can help you in your search for the proper
acne treatment. Namun demikian, salah satu senjata dalam melawan jerawat adalah
pengetahuan. Dengan mengerti permasalahannya dapat membantu
anda mencari penyembuhan yang cocok. Acne
Causes - #1:
Hormones. Penyebab
No.1 : Hormon For the majority of acne sufferers, the trouble begins at
puberty, when the body begins to produce hormones called androgens. These
hormones cause the sebaceous glands to enlarge, which is a natural part of the
body's development. In acne sufferers, however, the sebaceous glands are
overstimulated by androgens, sometimes well into adulthood. Androgens are also
responsible for acne flare-ups associated with the menstrual cycle and, on
occasion, pregnancy. Untuk kebanyakaan orang yang menderita jerawat, masalahnya muncul
ketika sedang masa puber, ketika tubuh mulai memproduksi hormone yang disebut
androgen. Hormon ini menyebabkan kelenjar sebaceous membesar, yang merupakan
sebuah perkembangan dari bagian tubuh yang normal. Namun demikian, orang yang
menderita jerawat, kelenjar sebaceousnya di rangsang secara berlebihan oleh
hormone androgen, kadang-kadang sampai masa dewasa. Hormon androgen bertanggung
jawab atas munculnya jerawat, berhubungan juga dengan siklus menstruasi dan
kadang juga mempengaruhi kehamilan. Acne
Causes - #2:
Extra sebum. Penyebab No.
2 : kelebihan Sebum When the sebaceous gland is stimulated by androgens, it produces
extra sebum. In its journey up the follicle toward the surface, the sebum mixes
with common skin bacteria and dead skin cells that have been shed from the
lining of the follicle. While this process is normal, the presence of extra
sebum in the follicle increases the chances of clogging — and can cause acne. Ketika kelenjar sebaceous di stimulasi oleh hormone androgen,
kelenjar tersebut menghasilkan lebih banyak sebum. Dalam perjalanannya,
jaringan follicle terangkat ke permukaan, sebum bercampur dengan bakteri kulit
yang umum dan sel kulit mati yang telah mengelupas dari jaringan follicle. Sementara
proses ini berjalan normal, kehadiran dari sebum yang berlebihan di dalam
jaringan follicle meningkatkan kesempatan penyumbatan dan menyebabkan jerawat. Acne
Causes - #3:
Follicle fallout. Penyebab No.
3 Normally, dead cells within the follicle shed gradually and are
expelled onto the skin’s surface. But in patients with overactive sebaceous
glands — and in nearly everyone during puberty — these cells are shed more
rapidly. Mixed with a surplus of sebum, the dead skin cells form a plug in the
follicle, preventing the skin from finishing its natural process of renewal. Secara normal, sel mati di dalam follicle mengelupas
berangsur-angsur dan keluar ke permukaan kulit. Tetapi pada pasien dengan
kelenjar sebaceous yang over aktif dan pada masa awal puber setiap orang, sel
ini mengelupas lebih cepat. Bercampur dengan kelebihan sebum, sel kulit mati
membentuk plak di follicle, mencegah kulit menyelesaikan proses pembaharuan
normal. Acne
Causes - #4:
Bacteria. Penyebab No
4. Bakteri The bacterium Propionibacterium acnes, (P. acnes for short) is a
regular resident of all skin types; it’s part of the skin’s natural sebum
maintenance system. Once a follicle is plugged, however, P. acnes bacteria
multiply rapidly, creating the chemical reaction we know as inflammation in the
follicle and surrounding skin. Bakteri jerawat Propionibacterium adalah penghuni tetap dari semua
type kulit, bakteri tersebut merupakan bagian dari system pemeliharaan sebum
kulit alami.Sekali follicle di sumbat, bakteri P. acnes berkembang dengan
cepat, menciptakan reaksi kimia yang kita kenal sebagai inflamasi pada follicle
dan sekeliling kulit. Acne
Causes - #5:
Inflammation. Penyebab No
5. Inflamasi. When your body encounters unwanted bacteria, it sends an army of
white blood cells to attack the intruders. This process is called chemotaxis;
or, simply put, the inflammatory response. This is what causes pimples to
become red, swollen and painful. The inflammatory response is different for
everyone, but studies have shown that it is especially strong in adult women. Ketika tubuh anda menjumpai kateri yang tidak diinginkan, tubuh
mengirim sel senjata dari darah putih untuk menyerang bakteri
penyusup-penyusup. Proses ini disebut chemotaxis, secara sederhana merespon
terhadap inflamasi. Inilah yang menyebabkan bintik –bintik menjadi merah,
membengkak dan sakit. Respon inflamasi berbeda untuk setipa orang, tetapi
penelitian telah menunjukkan bahwa responnya sangat kuat pada wanita dewasa. |
||||||||||
| Last Updated on Sunday, 18 October 2009 12:41 |
List All Products |
|
|
Advanced Search |
|
| Lost Password? | |
| Forgot your username? | |
|
|
|
| Download Area |