jakartalantern.com

Your Shopping Cart




Your Cart is currently empty.

   

You are here: Home Content Health Topic Men's Health Ejakulasi Dini
Decrease font size  Default font size  Increase font size 
Type somethings in the text box below to begin searching
Ejakulasi Dini E-mail
Written by Administrator   
Friday, 19 June 2009 05:50

Ejakulasi Dini

Tak dapat dipungkiri, saat ini nilai dari sebuah kesehatan menempati titik yang tertinggi, karena disatu sisi, setiap manusia harus memenuhi berbagai kewajibannya untuk diri sendiri, keluarga, atau masyarakat. Hal ini tidak akan mungkin dapat tercapai secara maksimal jika tidak didukung oleh faktor kesehatan yang baik.

Memang tak gampang untuk menjaga kesehatan sekaligus tetap mengupayakan berbagai kewajiban yang ditanggung dalam hidup ini. Kadang kala hal ini makin dipersulit lagi dengan perubahan gaya hidup saat ini, yang dapat membawa pria-pria masuk dalam lingkaran setan pola hidup dan pola bergaul yang salah dan jauh dari unsur kesehatan.

Kebanyakan memang gaya hidup dan pola hidup inilah yang menjadi persoalan utama bagi pria untuk mencapai kesehatan yang baik bagi dirinya sendiri. Namun, terlepas dari itu, penting kiranya juga disimak penyakit-penyakit yang sudah menjadi 'trade mark' bagi kalangan pria. Berikut akan kami rangkumkan sedikit beserta dengan penjelasannya.

Ejakualasi Dini
Menurut survey yang pernah dilakukan oleh Majalah ME, yang hasilnya dikatakan bahwa 47,57 % Pria berpendapat ejakulasi dini membuat mereka terhina. Sebuah kenyataan yang benar-benar tidak dapat diterima, jika seorang pria mengalami hal demikian.

Sadar atau tidak sadar, penyakit ini benar-benar menjadi momok yang cukup menakutkan dikalangan pria. Apa yang dimaksud ejakulasi dini? Ejakulasi dini adalah kejadian yang tidak diharapkan dimana pria mengalami orgasme sebelum wanita.

Sebab ejakulasi dini: bisa karena faktor fisiologis, lama tidak berhubungan, penis yang sangat sensitif, kelelahan fisik dan mental, konflik dengan pasangannya (lebih dari 25%) dan sebab organik (bekas operasi di daerah perut, infeksi dan kelainan saluran kencing dan kelamin (Prostatitis dan hipertropi prostat, kelainan jantung, saraf dan kelainan metabolisme = DM).

Ejakulasi dini dan disfungsi ereksi bisa dikatagorikan dalam bentuk primer dan sekunder.

Tidak ada batasan waktu yang tepat. Untuk beberapa pasangan, orgasme pria akan dianggap prematur jika terjadi kurang dari 20 menit setelah mulai hubungan seksual. Sebaliknya, jika pria mengalami ejakulasi dalam satu menit, tidak jadi masalah jika wanita juga memiliki waktu untuk mencapai klimaksnya saat itu.

Beberapa pakar seksologi memberikan batasan dalam waktu (menit), tonjokan penetrasi dan ada yang membatasi dengan kepuasan bersama.

Batasan "dini" sangat bervariasi. Masters dan Johnson memberikan batasan apabila seorang suami tidak dapat mempertahankan ereksinya untuk dapat memberikan 50% orgasme dalam kontak seksual. Fisher melaporkan kurang dari 27% wanita mencapai orgasme bila kontak seksual kurang dari 1 menit, tetapi bertambah menjadi 66% apabila berlangsung lebih dari 12 menit. Rata-rata sekitar 8 menit untuk seorang wanita dapat mencapai orgasme. Kinsey menyebutkan 4 - 7 menit, untuk pasangan di Amerika lebih 10 menit. Di Jerman Timur lebih dari 5 menit dan ada yang menyebutkan antara 1 - 10 menit.

Selain hitungan menit, ada juga pakar yang menghitung dengan banyaknya tonjokan penis (8 - 15 kali). Sedangkan menurut DSM-IV (Diagnostik dan Statistik Manual dari Organisasi Psikhiatri Amerika) menyebutkan:

- Terjadinya ejakulasi dan orgasme yang berulang/menetap dengan rangsang seksual yang minimal, sesaat setelah penetrasi dan yang bersangkutan sebetulnya belum menghendaki terjadinya ejakulasi.

- Adanya tanda-tanda stres dan gangguan interpersonal.

- Tidak berhubungan dengan pemutusan penggunaan narkoba.

Sedangkan Prof Wimpie Pangkahila lebih menyukai kalau ditinjau dari kepuasan bersama dimana si suami dapat mengontrol saat ejakulasi yang diinginkan.

Jadi istilah "dini" ini susah untuk diterapkan dengan tegas. Yang penting adalah bahwa ejakulasi dini tidak terjadi sebelum penetrasi (ejakulasi ante portas).

Apa yang dapat dilakukan untuk memperpanjang dorongan seks? Cara yang paling banyak dilakukan adalah membayangkan sesuatu yang berbeda secara total selama sedang berhubungan seksual. Misalnya, pikirkan tentang sepak bola atau wanita tua sebelah rumah Anda. Teknik ini mungkin akan menunda orgasme pria, tetapi ini sangat mempengaruhi intensitasnya.

Bagaimana mengatasi ejakulasi dini ?
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi ejakulasi dini. Pertama, dengan sex therapy. Kedua, menggunakan obat untuk mengontrol ejakulasi. Ketiga, dengan operasi syaraf. Cara pertama dan kedua banyak dilakukan dan memberikan hasil yang cukup baik. Tetapi cara ketiga walaupun pernah dilakukan di negara tertentu, sampai kini ternyata tidak populer dan tidak banyak digunakan.

Sex therapy, yang dilakukan untuk mengontrol ejakulasi dilakukan dengan bantuan istri. Pada dasarnya cara ini dilakukan melalui beberapa langkah.

Langkah pertama, istri melakukan masturbasi terhadap suami yang menderita ejakulasi dini dengan posisi suami berbaring terlentang, sampai suami merasa ingin orgasme dan ejakulasi.

Langkah kedua, pada saat suami merasa ingin orgasme dan ejakulasi, istri melakukan penekanan pada penis dengan menggunakan ibu jari, telunjuk dan jari tengah, selama beberapa detik untuk menghambat terjadinya ejakulasi.

Langkah ketiga, istri melakukan masturbasi terhadap suami sampai terjadi ereksi yang cukup, lalu segera memasukkannya ke dalam vagina dalam posisi istri di atas tanpa melakukan gerakan. Bila suami merasa akan ejakulasi, istri segera mengangkat tubuhnya dan melakukan penekanan pada penis seperti pada langkah kedua. Selanjutnya rangsangan dengan masturbasi diulang lagi, dan dilanjutkan dengan hubungan seksual seperti di atas.

Langkah keempat, dilakukan setelah beberapa hari melakukan latihan di atas. Pada langkah ini, suami diizinkan melakukan tekanan untuk mempertahankan ereksinya selama melakukan hubungan seksual dengan posisi istri di atas.

Langkah kelima dilakukan bila suami sudah lebih mampu mengontrol ejakulasi. Pada langkah ini pasangan dapat melakukan hubungan seksual dengan posisi samping. Kalau dengan posisi ini suami mampu menahan ejakulasi, maka hubungan seksual dapat dilakukan dalam posisi suami di atas.

Latihan tersebut diharapkan tetap dilakukan selama 6-12 bulan setelah itu, dan kapan saja diperlukan. Tetapi cara ini tidak selalu mudah dilakukan karena beberapa alasan. Pertama, ketertutupan pihak pria terhadap istrinya. Kedua, tiadanya komunikasi dan kerjasama suami istri dalam masalah seksual. Ketiga, perasaan enggan atau malas untuk melakukan latihan karena harus membuang waktu dan dianggap tidak praktis.

Cara pengobatan ejakulasi dini yang lain ialah dengan menggunakan obat yang berkhasiat mengontrol ejakulasi. Ada beberapa jenis obat yang dapat mengontrol ejakulasi. Tetapi mengingat obat tersebut mempunyai efek samping, maka penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter.

Cara pengobatan lainnya ialah cara operasi terhadap syaraf yang mengontrol terjadinya peristiwa ejakulasi.

Tindakan untuk memperbaiki ejakulasi dini:

- Hilangkan konflik dengan pasangan. Pasangan dapat memberikan efek positif (kepuasan bersama) atau dapat menyebabkan masalah satu sama lain, misalnya isteri tidak dapat mencapai orgasme karena suami mengalami ejakulasi dini atau DE (disfungsi ereksi). Sebaliknya bila si isteri selalu mengalami nyeri waktu berhubungan akan dapat menyebabkan suami mengalami ejakulasi dini/ DE.

- Sering melakukan hubungan

- Hilangkan kelelahan fisik dan mental

- Tingkatkan kebugaran dengan melakukan senam seks atau Kegel exercise, stop, start and squize technique.

- Penggunaan obat anti depresan anti kecemasan, lokal anestesi.

- Lakukan pemasanan yang cukup, maka walaupun sebentar isteri dapat juga mencapai orgasme.

- Harus ada keterbukaan untuk menunjukkan daerah yang sensitif

Apa akibat ejakulasi dini ?
Bagaimanapun berat ringannya, yang pasti ejakulasi dini mengakibatkan hubungan seksual berlangsung tidak harmonis. Pada ejakulasi dini, ketidakharmonisan bahkan disebabkan karena ketidakpuasan pada kedua belah pihak. Pria yang mengalami ejakulasi dini merasa tidak puas karena hubungan seksual berlangsung sangat singkat di luar kehendaknya. Walaupun dapat mencapai orgasme, pria yang mengalami ejakulasi dini juga merasa sangat kecewa karena tidak mampu memberikan kepuasan seksual kepada pasangannya. Apalagi kalau pasangannya mengungkapkan kekecewaan dalam bentuk reaksi yang menyalahkan penderita.

Lebih jauh, reaksi yang muncul adalah perasaan takut atau khawatir setiap akan melakukan hubungan seksual. Perasaan ini justru akan semakin memperburuk keadaan ejakulasi dini. Kalau keadaan ini terus berlangsung, maka pada akhirnya pria itu dapat mengalami disfungsi ereksi.

Wanita yang mempunyai pasangan mengalami ejakulasi dini pada umumnya tidak dapat mencapai orgasme karena hubungan seksual segera berakhir. Kekecewaan yang muncul selanjutnya dapat berubah menjadi kejengkelan disertai perasaan takut setiap akan melakukan hubungan seksual. Akibat lebih jauh dapat berupa hilangnya dorongan seksual dan dispareunia.

Pada ejakulasi dini yang berat, juga terjadi hambatan kehamilan karena sperma tidak sempat masuk melalui vagina akibat ejakulasi yang terjadi sebelum hubungan seksual berlangsung. Hambatan hamil menjadi masalah baru lagi yang semakin memperburuk masalah yang timbul akibat ejakulasi dini.


See Related :

- Article Kesehatan Pria 

- Atasi Ejakulasi dini dengan daun kemangi 

 





Last Updated on Monday, 04 January 2010 16:14
 

Advertisement

KutuBuku


Masukkan Code ini K1-AC7Y11-2
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Ads

Pasang Iklan Anda di sini

Tiga baris Rp 50.000,- per bulan.
www.yourdomain.com

Hubungi Webmaster :
(021)-7000.2375