Ejakulasi Dini
Tak dapat dipungkiri, saat ini nilai
dari sebuah kesehatan menempati titik yang tertinggi, karena disatu
sisi, setiap manusia harus memenuhi berbagai kewajibannya untuk diri
sendiri, keluarga, atau masyarakat. Hal ini tidak akan mungkin dapat
tercapai secara maksimal jika tidak didukung oleh faktor kesehatan yang
baik. Memang tak gampang untuk menjaga kesehatan sekaligus
tetap mengupayakan berbagai kewajiban yang ditanggung dalam hidup ini.
Kadang kala hal ini makin dipersulit lagi dengan perubahan gaya hidup
saat ini, yang dapat membawa pria-pria masuk dalam lingkaran setan pola
hidup dan pola bergaul yang salah dan jauh dari unsur kesehatan.
Kebanyakan memang gaya hidup dan pola hidup inilah yang menjadi
persoalan utama bagi pria untuk mencapai kesehatan yang baik bagi
dirinya sendiri. Namun, terlepas dari itu, penting kiranya juga disimak
penyakit-penyakit yang sudah menjadi 'trade mark' bagi kalangan pria.
Berikut akan kami rangkumkan sedikit beserta dengan penjelasannya. Ejakualasi Dini
Menurut survey yang pernah dilakukan oleh Majalah ME, yang hasilnya
dikatakan bahwa 47,57 % Pria
berpendapat ejakulasi dini membuat mereka terhina. Sebuah kenyataan
yang benar-benar tidak dapat diterima, jika seorang pria mengalami hal
demikian. Sadar atau tidak sadar, penyakit ini benar-benar
menjadi momok yang cukup menakutkan dikalangan pria. Apa yang dimaksud
ejakulasi dini? Ejakulasi dini adalah kejadian yang tidak diharapkan
dimana pria mengalami orgasme sebelum wanita. Sebab
ejakulasi dini: bisa karena faktor fisiologis, lama tidak berhubungan,
penis yang sangat sensitif, kelelahan fisik dan mental, konflik dengan
pasangannya (lebih dari 25%) dan sebab organik (bekas operasi di daerah
perut, infeksi dan kelainan saluran kencing dan kelamin (Prostatitis
dan hipertropi prostat, kelainan jantung, saraf dan kelainan
metabolisme = DM). Ejakulasi dini dan disfungsi ereksi bisa dikatagorikan dalam bentuk primer dan sekunder.
Tidak ada batasan waktu yang tepat. Untuk beberapa pasangan, orgasme
pria akan dianggap prematur jika terjadi kurang dari 20 menit setelah
mulai hubungan seksual. Sebaliknya, jika pria mengalami ejakulasi dalam
satu menit, tidak jadi masalah jika wanita juga memiliki waktu untuk
mencapai klimaksnya saat itu. Beberapa pakar seksologi
memberikan batasan dalam waktu (menit), tonjokan penetrasi dan ada yang
membatasi dengan kepuasan bersama. Batasan "dini" sangat
bervariasi. Masters dan Johnson memberikan batasan apabila seorang
suami tidak dapat mempertahankan ereksinya untuk dapat memberikan 50%
orgasme dalam kontak seksual. Fisher melaporkan kurang dari 27% wanita
mencapai orgasme bila kontak seksual kurang dari 1 menit, tetapi
bertambah menjadi 66% apabila berlangsung lebih dari 12 menit.
Rata-rata sekitar 8 menit untuk seorang wanita dapat mencapai orgasme.
Kinsey menyebutkan 4 - 7 menit, untuk pasangan di Amerika lebih 10
menit. Di Jerman Timur lebih dari 5 menit dan ada yang menyebutkan
antara 1 - 10 menit. Selain hitungan menit, ada juga pakar
yang menghitung dengan banyaknya tonjokan penis (8 - 15 kali).
Sedangkan menurut DSM-IV (Diagnostik dan Statistik Manual dari
Organisasi Psikhiatri Amerika) menyebutkan: - Terjadinya
ejakulasi dan orgasme yang berulang/menetap dengan rangsang seksual
yang minimal, sesaat setelah penetrasi dan yang bersangkutan sebetulnya
belum menghendaki terjadinya ejakulasi. - Adanya tanda-tanda stres dan gangguan interpersonal. - Tidak berhubungan dengan pemutusan penggunaan narkoba.
Sedangkan Prof Wimpie Pangkahila lebih menyukai kalau ditinjau dari
kepuasan bersama dimana si suami dapat mengontrol saat ejakulasi yang
diinginkan. Jadi istilah "dini" ini susah untuk diterapkan
dengan tegas. Yang penting adalah bahwa ejakulasi dini tidak terjadi
sebelum penetrasi (ejakulasi ante portas). Apa yang dapat
dilakukan untuk memperpanjang dorongan seks? Cara yang paling banyak
dilakukan adalah membayangkan sesuatu yang berbeda secara total selama
sedang berhubungan seksual. Misalnya, pikirkan tentang sepak bola atau
wanita tua sebelah rumah Anda. Teknik ini mungkin akan menunda orgasme
pria, tetapi ini sangat mempengaruhi intensitasnya. Bagaimana mengatasi ejakulasi dini ?
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi ejakulasi dini.
Pertama, dengan sex therapy. Kedua, menggunakan obat untuk mengontrol
ejakulasi. Ketiga, dengan operasi syaraf. Cara pertama dan kedua banyak
dilakukan dan memberikan hasil yang cukup baik. Tetapi cara ketiga
walaupun pernah dilakukan di negara tertentu, sampai kini ternyata
tidak populer dan tidak banyak digunakan. Sex therapy, yang
dilakukan untuk mengontrol ejakulasi dilakukan dengan bantuan istri.
Pada dasarnya cara ini dilakukan melalui beberapa langkah.
Langkah pertama, istri melakukan masturbasi terhadap suami yang
menderita ejakulasi dini dengan posisi suami berbaring terlentang,
sampai suami merasa ingin orgasme dan ejakulasi. Langkah
kedua, pada saat suami merasa ingin orgasme dan ejakulasi, istri
melakukan penekanan pada penis dengan menggunakan ibu jari, telunjuk
dan jari tengah, selama beberapa detik untuk menghambat terjadinya
ejakulasi. Langkah ketiga, istri melakukan masturbasi terhadap
suami sampai terjadi ereksi yang cukup, lalu segera memasukkannya ke
dalam vagina dalam posisi istri di atas tanpa melakukan gerakan. Bila
suami merasa akan ejakulasi, istri segera mengangkat tubuhnya dan
melakukan penekanan pada penis seperti pada langkah kedua. Selanjutnya
rangsangan dengan masturbasi diulang lagi, dan dilanjutkan dengan
hubungan seksual seperti di atas. Langkah keempat, dilakukan
setelah beberapa hari melakukan latihan di atas. Pada langkah ini,
suami diizinkan melakukan tekanan untuk mempertahankan ereksinya selama
melakukan hubungan seksual dengan posisi istri di atas.
Langkah kelima dilakukan bila suami sudah lebih mampu mengontrol
ejakulasi. Pada langkah ini pasangan dapat melakukan hubungan seksual
dengan posisi samping. Kalau dengan posisi ini suami mampu menahan
ejakulasi, maka hubungan seksual dapat dilakukan dalam posisi suami di
atas. Latihan tersebut diharapkan tetap dilakukan selama 6-12
bulan setelah itu, dan kapan saja diperlukan. Tetapi cara ini tidak
selalu mudah dilakukan karena beberapa alasan. Pertama, ketertutupan
pihak pria terhadap istrinya. Kedua, tiadanya komunikasi dan kerjasama
suami istri dalam masalah seksual. Ketiga, perasaan enggan atau malas
untuk melakukan latihan karena harus membuang waktu dan dianggap tidak
praktis. Cara pengobatan ejakulasi dini yang lain ialah dengan
menggunakan obat yang berkhasiat mengontrol ejakulasi. Ada beberapa
jenis obat yang dapat mengontrol ejakulasi. Tetapi mengingat obat
tersebut mempunyai efek samping, maka penggunaannya harus di bawah
pengawasan dokter. Cara pengobatan lainnya ialah cara operasi terhadap syaraf yang mengontrol terjadinya peristiwa ejakulasi. Tindakan untuk memperbaiki ejakulasi dini:
- Hilangkan konflik dengan pasangan. Pasangan dapat memberikan efek
positif (kepuasan bersama) atau dapat menyebabkan masalah satu sama
lain, misalnya isteri tidak dapat mencapai orgasme karena suami
mengalami ejakulasi dini atau DE (disfungsi ereksi). Sebaliknya bila si
isteri selalu mengalami nyeri waktu berhubungan akan dapat menyebabkan
suami mengalami ejakulasi dini/ DE. - Sering melakukan hubungan - Hilangkan kelelahan fisik dan mental - Tingkatkan kebugaran dengan melakukan senam seks atau Kegel exercise, stop, start and squize technique. - Penggunaan obat anti depresan anti kecemasan, lokal anestesi. - Lakukan pemasanan yang cukup, maka walaupun sebentar isteri dapat juga mencapai orgasme. - Harus ada keterbukaan untuk menunjukkan daerah yang sensitif Apa akibat ejakulasi dini ?
Bagaimanapun berat ringannya, yang pasti ejakulasi dini mengakibatkan
hubungan seksual berlangsung tidak harmonis. Pada ejakulasi dini,
ketidakharmonisan bahkan disebabkan karena ketidakpuasan pada kedua
belah pihak. Pria yang mengalami ejakulasi dini merasa tidak puas
karena hubungan seksual berlangsung sangat singkat di luar kehendaknya.
Walaupun dapat mencapai orgasme, pria yang mengalami ejakulasi dini
juga merasa sangat kecewa karena tidak mampu memberikan kepuasan
seksual kepada pasangannya. Apalagi kalau pasangannya mengungkapkan
kekecewaan dalam bentuk reaksi yang menyalahkan penderita.
Lebih jauh, reaksi yang muncul adalah perasaan takut atau khawatir
setiap akan melakukan hubungan seksual. Perasaan ini justru akan
semakin memperburuk keadaan ejakulasi dini. Kalau keadaan ini terus
berlangsung, maka pada akhirnya pria itu dapat mengalami disfungsi
ereksi. Wanita yang mempunyai pasangan mengalami ejakulasi
dini pada umumnya tidak dapat mencapai orgasme karena hubungan seksual
segera berakhir. Kekecewaan yang muncul selanjutnya dapat berubah
menjadi kejengkelan disertai perasaan takut setiap akan melakukan
hubungan seksual. Akibat lebih jauh dapat berupa hilangnya dorongan
seksual dan dispareunia. Pada ejakulasi dini yang berat, juga
terjadi hambatan kehamilan karena sperma tidak sempat masuk melalui
vagina akibat ejakulasi yang terjadi sebelum hubungan seksual
berlangsung. Hambatan hamil menjadi masalah baru lagi yang semakin
memperburuk masalah yang timbul akibat ejakulasi dini. See Related :
- Article Kesehatan Pria - Atasi Ejakulasi dini dengan daun kemangi
|