| Vaksinasi Hepatitis B |
|
| Written by Administrator | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Wednesday, 27 May 2009 05:43 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||
Vaksinasi Hepatitis BKerusakan pada hati tidak disebabkan oleh virus, melainkan oleh sistem kekebalan tubuh dalam upaya memberantasnya. Karena viral load HBV dapat sangat tinggi, HBV sangat mudah menular dengan berbagai cara: seks, penggunaan narkoba suntikan, dan dari ibu-ke-bayi. Biasanya penyakit yang dialami adalah akut, kemudian berkembang menjadi kronis sekitar 10 persen kasus. Vaksinasi terhadap HBV Vaksinasi biasanya membutuhkan tiga suntikan selama jangka waktu enam bulan (0, 1 dan 6 bulan). Efek samping, bila ada, biasanya ringan. Vaksinasi merangsang tanggapan oleh sistem kekebalan tubuh untuk membuat antibodi terhadap infeksi tertentu. Jadi hasilnya tergantung pada kesehatan sistem kekebalan saat vaksinasi. Vaksinasi HBV berhasil untuk 90 persen orang dengan sistem kekebalan yang sehat. Namun, angka keberhasilan jauh lebih rendah untuk Odha, dan mungkin vakinasi tidak bermanfaat bila CD4 di bawah 500. HBV – Gejala Gejala akut dapat dialami beberapa minggu setelah terinfeksi, tetap kebanyakan orang tidak memperhatikannya. Namun gejala akut dapat sangat meletihkan, dan dapat berlangsung selama beberapa bulan. Seperti dibahas, infeksi pada 90 persen orang dewasa disembuhkan oleh sistem kekebalan tubuh, tanpa pengobatan. Infeksi menjadi kronis pada 10 persen orang, tetapi jarang menimbulkan kegagalan hati. HBV – Diagnosis dan tes lain Bila SGPT/SGOT tinggi, diagnosis HBV dilakukan dengan tes darah. Tes ini jauh lebih rumit daripada tes HIV: tes HBV mencari antigen (pecahan virus hepatitis B) tertentu dan antibodi (yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh sebagai reaksi terhadap HBV). Tes darah awal untuk diagnosis infeksi HBV mencari satu antigen – HbsAg (antigen permukaan, atau surface, hepatitis B) dan dua antibodi – anti-HBs (antibodi terhadap antigen permukaan HBV) dan anti-HBc (antibodi terhadap antigen bagian inti, atau core, HBV). Sebetulnya ada dua tipe antibodi anti-HBc yang dibuat: antibodi IgM dan antibodi IgG. Tes darah yang dipakai untuk diagnosis infeksi HBV dapat membingungkan, karena ada berbagai kombinasi antigen dan antibodi yang berbeda, dan masing-masing kombinasi mempunyai artinya sendiri. Berikut adalah arti dari kombinasi yang mungkin terjadi:
Bila hasil tes ini menunjukkan infeksi kronis, viral load dapat memberi gambaran mengenai keadaan, tetapi tes ini mahal. Lebih sering dilakukan biopsi hati (sel hati yang diambil dengan jarum yang tipis diperiksa dengan mikroskop). Tes fungsi hati harus tetap dilakukan secara berkala untuk memantau kesehatan hati. Biopsi Hati Sayangnya, tes darah tidak dapat memberikan semua informasi tentang keadaan hati seseorang. Mengukur viral load HBV, tingkat enzim hati, dan AFP dalam darah tidak dapat menentukan apakah ada kerusakan, dan bila ada, tingkat kerusakan. Untuk ini, dibutuhkan biopsi hati. Biopsi hati hanya diusulkan untuk pasien dengan viral load HBV yang tinggi (di atas 100.000 kopi) dan tingkat enzim hati yang tinggi. Biopsi hati biasanya dilakukan di klinik rawat jalan
di rumah sakit. Ultrasound kadang kala dipakai untuk menentukan daerah terbaik
untuk biopsi. Kita harus telentang, sedikit ke kiri. Daerah kulit yang dipilih
dibersihkan.. Kemudian, daerah tersebut disuntik untuk mematikan rasa pada
kulit dan jaringan di bawahnya. Sebuah jarum khusus yang tipis ditusuk.
Related Article : 2. Hepatitis
B menyerang tanpa pandang bulu 3. Desain Vaksin Hepatitis B untuk Indonesia. 4. Apakah Thimerosal Vaksin Hepatitis B
penyebab Autisme ? 5. Tato bisa menularkan virus, termasuk virus
Hepatitis.
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Last Updated on Saturday, 10 October 2009 03:57 |
List All Products |
|
|
Advanced Search |
|
| Lost Password? | |
| Forgot your username? | |
|
|
|
| Download Area |