| Apakah Thimerosal Penyebab Autisme ? |
|
| Written by Administrator |
| Monday, 13 July 2009 09:29 |
Apakah Thimerosal pada vaksin VHB Penyebab Autisme ?
Setiap tahunnya penderita Autisme semakin banyak jumlahnya dan di
beberapa negara terdapat kenaikan angka kejadian penderita Autisme yang cukup
tajam. Jumlah tersebut di atas sangat mengkhawatirkan mengingat sampai saat ini
penyebab autisme masih misterius dan menjadi bahan perdebatan diantara para
pakar kesehatan di dunia . Pada anak sehat bila menerima merkuri dalam batas toleransi, tidak
mengakibatkan gangguan. Melalui metabolisme metalotionin pada tubuh anak, logam
berat tersebut dapat dikeluarkan oleh tubuh. Tetapi pada anak Autisme terjadi
gangguan metabolisme metalotionin.Kejadian itulah yang menunjukkan bahwa
imunisasi yang mengandung thimerosal harus diwaspadai pada anak yang beresiko
autisme, tetapi tidak perlu dikawatirkan pada anak normal lainnya. FDA
menetapkan peraturan penggunaan thimerosal sebagai bahan pengawet vaksin yang
multidosis untuk mencegah bakteri dan jamur. WHO, dalam rekomendasinya yang terakhir pada bulan Agustus 2003 tetap menetapkan bahwa imunisasi yang mengandung Thimerosal tidak berhubungan dengan terjadinya Autisme. Kandungan yang ada di dalam vaksin adalah etilmerkuri bukan metilmerkuri. Etilmerkuri hanya mempunyai paruh waktu singkat di dalam tubuh, sekitar 1,5 jam, selanjutnya akan dibuang melalui saluran cerna. Sedangkan metilmerkuri lebih lama berada di dalam tubuh. Selanjutnya mari kita simak bagaimana tanggapan dari seorang dokter berikut ini :Mohon
informasinya mengenai Vaksin Hepatitis B untuk Bayi, -eva- Jawaban:
1. Vaksin hepatitis B yang dipasarkan di
Jurnal Toxicological Sciences melaporkan konsentrasi thimerosal untuk
menimbulkan efek toksik adalah antara 405 µg/l - 101 mg/l atau setara dengan
kadar merkuri 201 µg/l - 50 mg/l. Sedang bila dihitung rata-rata, bayi berumur
6 bulan mendapat akumulasi paparan merkuri maksimal dari vaksinasi sebesar 32 -
52 µ¬g/kg berat badan. Pada perhitungan lebih rinci, angka ini hampir 4 kali
lipat lebih rendah dari batas minimal tersebut.
2. Autisme adalah gangguan perkembangan pada anak yang ditandai dengan adanya
gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi
dan interaksi sosial. Penyebab kelainan ini bersifat multifaktor. Selain faktor
genetik/keturunan, faktor lingkungan juga mempengaruhi. Faktor lingkungan dapat
diperoleh baik selama kehamilan maupun setelah anak lahir. Terpapar logam
beracun (seperti merkuri/air raksa, timbal hitam) adalah salah satu (bukan
satu-satunya) faktor pemicu. Merkuri yang didapat dari lingkungan bisa lebih
besar daripada merkuri yang didapat melalui vaksinasi, misalnya yang terdapat
pada ikan dan makanan laut lainnya. Saat ini memang ada dugaan bahwa autisme
berhubungan dengan thimerosal, namun penelitian yang ada sekarang belum bisa
membuktikan bahwa dugaan tersebut dapat dibenarkan atau ditolak.
Memang tidak sedikit orang tua yang anaknya mengalami autisme sangat percaya
bahwa autisme anaknya disebabkan imunisasi (bukan hanya hepatitis B, karena
yang mengandung thimerosal tidak hanya vaksin hepatitis B, tetapi juga DPT, DT,
dan MMR). Berkaitan dengan belum adanya bukti ilmiah yang mendukung, imunisasi
tetap diberikan, mengingat manfaatnya lebih besar daripada mudharatnya. Namun,
jika ada faktor genetik, misal dalam
keluarga terdapat anggota keluarga yang autisme sebaiknya tidak menggunakan
vaksin yang mengandung thimerosal, dan tentu saja hindari sumber-sumber
logam berat lain seperti seafood dan polusi udara.
Demikian jawaban saya, semoga dapat permasalahan Saudari. Terima kasih atas
pertanyaannya. (dr. Edi Patmini)
Related Article : 3. Desain Vaksin Hepatitis B untuk Indonesia. 4. Tato bisa menularkan virus, termasuk virus
Hepatitis. 5. Hepatitis B menyerang tanpa pandang bulu
|
| Last Updated on Saturday, 10 October 2009 03:55 |
List All Products |
|
|
Advanced Search |
|
| Lost Password? | |
| Forgot your username? | |
|
|
|
| Download Area |