jakartalantern.com

Your Shopping Cart




Your Cart is currently empty.

   

You are here: Home Content Health Topic Food & Beverage Curcuma Xanthorrhiza
Decrease font size  Default font size  Increase font size 

Type somethings in the text box below to begin searching

Curcuma Xanthorrhiza E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 18 May 2011 14:46

Curcuma Xanthorrhiza

(Temulawak)



Curcuma which is the Zingiberaceae family contain volatile oil and curcuminoids. Curcuma (curcuma xanthorrhiza) are found in tropical forests. Wild Curcuma also breed on the moor land around settlements, especially in loose soil, making the fruit easy to grow into large rhizoma.


Temulawak yang merupakan famili Zingiberaceae mengandung minyak atsiri dan kurkuminoid. Temulawak (curcuma xanthorrhiza) banyak ditemukan di hutan-hutan daerah tropis. Temulawak juga berkembang biak di tanah tegalan sekitar pemukiman, terutama pada tanah gembur, sehingga buah rimpangnya mudah berkembang menjadi besar.

Wild Curcuma efficacious to prevent and overcome a wide range of diseases. Various properties of curcuma, among others, liver disorders, preventing hepatitis, increase the production of bile, aids digestion, overcoming inflammation of the gall bladder, stomach ulcers and kidney disorders.
 
Temulawak liar berkhasiat untuk mencegah dan mengatasi beraneka macam penyakit. Berbagai khasiat dari temulawak, antara lain, gangguan lever, mencegah hepatitis, meningkatkan produksi cairan empedu, membantu pencernaan, mengatasi radang kandung empedu, radang lambung dan gangguan ginjal.

Wild Curcuma Rhizome very efficacious for anti-inflammatory, anti-poisoning bile, lowering cholesterol levels, diuretic (urine laxative), breast enhancer, tonic, and joint pain relief.

Rimpang Temulawak sangat berkhasiat untuk antiradang, anti keracunan empedu, penurun kadar kolesterol, diuretic (peluruh kencing), penambah ASI, tonikum, dan penghilang nyeri sendi.
 
Wild curcuma cultivated by planting the rhizome of ginger rhizome either parent (main rhizome) and rhizome tiller (rhizome branch).
 
Temulawak dikembangbiakan dengan cara menanam rimpang temulawak tersebut baik berupa rimpang induk (rimpang utama) maupun rimpang anakan (rimpang cabang).
 
Curcuma has long been known to contain chemical compounds that have physiological activity, the curcuminoids and essential oils. Curcuminoids consisting of a yellow compound curcumin and its derivatives. Curcuminoids that yellow rhizome is antibacterial, anti-cancer, anti-tumor and anti-inflammatory, anti-oxidants and contain hypokolesteromik. While essential oils that smell and feel special. Essential oil of ginger rhizome 3-12%, while for the curcuminoids in ginger 1-2%. To determine this percentage was heated at temperatures of 50-55 ° C, so as not to damage the active substance and to get good color from the curcuminoids.
 
Temulawak telah lama diketahui mengandung senyawa kimia yang mempunyai keaktifan fisiologi, yaitu kurkuminoid dan minyak atsiri. Kurkuminoid terdiri atas senyawa berwarna kuning kurkumin dan turunannya. Kurkuminoid yang memberi warna kuning pada rimpang bersifat antibakteria, anti-kangker, anti-tumor dan anti-radang, mengandungi anti-oksidan dan hypokolesteromik. Sedangkan minyak atsiri berbau dan berasa yang khas. Kandungan minyak atsiri pada rimpang temulawak 3-12% Sedangkan untuk kurkuminoid, dalam temulawak 1-2%. Untuk menentukan persentase ini dilakukan pemanasan pada temperatur 50-55o C , supaya tidak merusak zat aktifnya dan untuk mendapatkan warna yang baik dari kurkuminoid.

Study and research on curcuma (Curcuma xanthorrhiza) proves that rhizoma contains many chemicals that have positive effects on human organs such as gallbladder, liver and pancreas. Influence on the bile is to prevent the formation of stones and kolesistisis. In the liver, ginger substances stimulate the liver cells make bile, preventing hepatatis and liver disease, help lower SGOT and SGPT, and as an anti-hepatotoksik. In addition, it can stimulate the pancreas, increased appetite, affordable way to stimulate the metabolism and physiology of hormone systems of the body.
 
Kajian dan penyelidikan atas temulawak (Curcuma xanthorrhiza) membuktikan bahawa rimpangnya mengandungi banyak zat kimiawi yang memberikan kesan positif terhadap organ dalam manusia seperti empedu, hati dan pankreas. Pengaruhnya keatas empedu ialah dapat mencegah pembentukan batu dan kolesistisis. Dalam hati, zat temulawak merangsang sel hati membuat empedu, mencegah hepatatis dan penyakit hati, membantu menurunkan kadar SGOT dan SGPT dan sebagai anti-hepatotoksik. Selain itu, ia dapat merangsang fungsi pankreas, menambah selera makan, berkemampuan merangsang perjalanan sistem hormon metabolisme dan fisiologi tubuh.
 
Nutritious ingredients are organic compounds of medicinal plants, which mainly contain carbon. If hypothesized that photosynthetic 14CO2 on ginger plant will produce simple carbohydrates that contain 14C, the biosynthesis process information will be produced medicinal components (volatile oil and curcuminoids) marked 14C. The problem in this study is how to manage the process of photosynthesis 14CO2 was to get the product marked with radioactive 14C.
 
Bahan berkhasiat tanaman obat adalah senyawa organik, yang kandungan utamanya adalah karbon. Jika dihipotesiskan bahwa fotosintesis 14CO2 pada tanaman temulawak akan menghasilkan karbohidrat sederhana yang mengandung 14C, pada proses biosintesis lanjut akan dihasilkan komponen berkhasiat obat (minyak atsiri dan kurkuminoid) yang bertanda 14C. Yang menjadi masalah pada studi ini adalah bagaimana mengelola proses fotosintesis 14CO2 tersebut untuk mendapatkan produk bertanda radioaktif 14C.
 
Curcuma has long been known to contain chemical compounds that have physiological activity, the curcuminoids and essential oils. Curcuminoids consisting of a yellow compound curcumin and its derivatives. Curcuminoids that yellow rhizome is antibacterial, anti-cancer, anti-tumor and anti-inflammatory, anti-oxidants and contain hypokolesteromik. While essential oils that smell and feel special. Essential oil of ginger rhizome 3-12%, while for the curcuminoids in ginger 1-2%. To determine this percentage was heated at temperatures of 50-55 ° C, so as not to damage the active substance and to get good color from the curcuminoids.
 
Temulawak telah lama diketahui mengandung senyawa kimia yang mempunyai keaktifan fisiologi, yaitu kurkuminoid dan minyak atsiri. Kurkuminoid terdiri atas senyawa berwarna kuning kurkumin dan turunannya. Kurkuminoid yang memberi warna kuning pada rimpang bersifat antibakteria, anti-kangker, anti-tumor dan anti-radang, mengandungi anti-oksidan dan hypokolesteromik. Sedangkan minyak atsiri berbau dan berasa yang khas. Kandungan minyak atsiri pada rimpang temulawak 3-12% Sedangkan untuk kurkuminoid, dalam temulawak 1-2%. Untuk menentukan persentase ini dilakukan pemanasan pada temperatur 50-55o C , supaya tidak merusak zat aktifnya dan untuk mendapatkan warna yang baik dari kurkuminoid.
 
Komposisi kimia dari rimpang temulawak adalah protein pati sebesar 29-30 persen, kurkumin satu sampai dua persen, dan minyak atsirinya antara 6 hingga 10 persen. Daging buah (rimpang) temulawak mempunyai beberapa kandungan senyawa kimia antara lain berupa fellandrean dan turmerol atau yang sering disebut minyak menguap. Kemudian minyak atsiri, kamfer, glukosida, foluymetik karbinol. Temulawak mengandung minyak atsiri seperti limonina yang mengharumkan, sedangkan kandungan flavonoida-nya berkhasiat menyembuhkan radang. Minyak atsiri juga bisa membunuh mikroba. Buahnya mengandung minyak terbang (anetol, pinen, felandren, dipenten, fenchon, metilchavikol, anisaldehida, asam anisat, kamfer), dan minyak lemak.

Curcuma has long been known to contain chemical compounds that have physiological activity, the curcuminoids and essential oils. Curcuminoids consisting of a yellow compound curcumin and its derivatives. Curcuminoids that yellow rhizome is antibacterial, anti-cancer, anti-tumor and anti-inflammatory, anti-oxidants and contain hypokolesteromik. While essential oils that smell and feel special. Essential oil of ginger rhizome 3-12%, while for the curcuminoids in ginger 1-2%. To determine this percentage was heated at temperatures of 50-55 ° C, so as not to damage the active substance and to get good colour from the curcuminoids.

Temulawak telah lama diketahui mengandung senyawa kimia yang mempunyai keaktifan fisiologi, yaitu kurkuminoid dan minyak atsiri. Kurkuminoid terdiri atas senyawa berwarna kuning kurkumin dan turunannya. Kurkuminoid yang memberi warna kuning pada rimpang bersifat antibakteria, anti-kangker, anti-tumor dan anti-radang, mengandungi anti-oksidan dan hypokolesteromik. Sedangkan minyak atsiri berbau dan berasa yang khas. Kandungan minyak atsiri pada rimpang temulawak 3-12% Sedangkan untuk kurkuminoid, dalam temulawak 1-2%. Untuk menentukan persentase ini dilakukan pemanasan pada temperatur 50-55o C , supaya tidak merusak zat aktifnya dan untuk mendapatkan warna yang baik dari kurkuminoid.

Komponen utama rimpang temulawak:

    * Pati 48.18% - 59.64% - membantu proses metabolisma dan fisiologi organ badan.
    * Protin 29.00% - 30.00%
    * Abu 5.26% - 7.07%
    * Serat 2.58% - 4.83% - memulihkan kecergasan badan (bersifat tonik)
    * Kurkumin 1.60% - 2.20% - melancarkan proses pencernaan tubuh
    * Minyak asiri 6.00% - 10.00% - meningkatkan fungsi ginjal
    * Phelandren - melancarkan pengeluaran toksik dalam tubuh melalui air kencing
    * Kamfer
    * Turmerol - membantu proses metabolisme
    * Borneol - memulihkan kesehatan tubuh badan akibat serangan penyakit
    * Sineal
    * Xanthorrhizol

lick the icons below to see bestseller of Curcuma Xanthorrhiza's products. 





Related Article :

 

Last Updated on Tuesday, 24 May 2011 15:07
 

KutuBuku


Masukkan Code ini K1-AC7Y11-2
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com