| Mahkota Dewa |
|
| Written by Administrator | ||
| Tuesday, 15 June 2010 05:07 | ||
|
Manfaat Mahkota Dewa
Buahnya bulat, warnanya merah tua jika matang.
Tanaman dari Irian ini tumbuh subur pada ketinggian 10-1.200m dpl. Khasiat dan
Kandungan Ekstrak
daging buahnya berkhasiat sebagai antihistamin, antialergi, bersifat sitotoksik
terhadap sel kanker rahim, bersifat hapatoprotektif. Juga menurunkan kadar gula
darah, antioksidan, menurunkan kadar asam urat. Alkaloid, senyawa organic
berfungsi sebagai detoksifikasi, menetralisir racun-racun di dalam tubuh. Saponin
merupakan fitonutrien, sering disebut “deterjen alam”. Senyawa ini bersifat antibakteri
dan antivirus. Juga meningkatkan system kekebalan tubuh, meningkatkan daya
tahan, mengurangi kadar gula darah, mengurangi penggumpalan darah. Flavonoid
berindikasi antiperadangan dan mencegah pertumbuhan kanker. Polifenol berfungsi
sebagai antihistamin. Zat lain adalah tannin, sterol, terpen. Hasil Penelitian Dra.
Lucie Widowati dari Puslitbang Farmasi dan Obat Tradisional-Depertemen
Kesehatan. “Saya meneliti mahkota dewa dari tahun 2003,”ujar Lucie. Hasilnya
menunjukkan, biji mahkota dewa sangat toksik. Sementara buahnya tidak. Lucie
juga menyimpulkan zat dalam buah
mahkota dewa meliputi alkaloid, tanin, saponin,, flavonoid,
polifenol. Dalam
abstraksi laporannya, Lucie menyebutkan buah mahkota dewa bersifat sitotoksik
terhadap sel kanker rahim (sel HeLa) dan sel leukemia. Menurunkan kadar gula
darah, menurunkan asam urat. Bersifat antioksidan sebagai scavenger radikal
bebas. Juga menurunkan kadar asam urat. Laporan itu juga
mengungkapkan hasil penelitian Vivi Lisdayati dari Departemen Farmasi, Fakultas
MIPA UI. “Riset Vivi menyebutkan kalau mahkota
dewa dapat menghambat pertumbuhan kanker darah putih sebesar
50% pada larva udang.” Pengujian
aktiftas antikanker ekstrak dari tanaman mahkota dewa dilakukan dengan menguji
daya hambat pertumbuhan sel Leukimia L210 oleh ekstrak tanaman secara in
vitro.Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak tanaman memiliki nilai hambat
pertumbuhan 50% dari sel Leukimia setelah masa inkubasi 48 jam. Batas minimal
satu ekstrak tanaman untuk dapat dinyatakan berpotensi sebagai suatu antikanker
adalah 10 ug/ml. Sedangkan
Sumastuti dari Fakultas Kedokteran UGM yang melakukan uji bioassay terhadap sel
kanker rahim menarik kesimpulan awal. Ekstrak
air buah mahkota dewa dapat menghambat pertumbuhan sel HeLa
(sel kanker rahim) dengan Inhibitory Concentration (IC50) sebesar
196,74 mg/ml pada sel kanker orang. Uji
khasiat mahkota dewa sebagai penurun kadar gula darah, juga dilakukan Lucie. Ia
menggunakan ekstrak etanol 70% buah
mahkota dewa. Hasilnya, pada dosis 110mg/200g bb, kadar gula
darah pada tikus bakal menurun. Untuk
melihat pengaruh mahkota dewa terhadap kadar asam urat, Lucie mencatat hasil
penelitian Endah Hasturani dari Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma
pada 2003. penelitian pada ayam jantan jenis lohman brown umur 2-4 bulan.
Hasilnya, perasan daging mahkota dewa
punya efek antihiperuresemia, dengan dosis tengah 13,16g/kg bb. Jadi dengan
dosis diatas kadar asam urat sudah bisa turun. Untuk menganalisa khasiat mahkota dewa mengatasi eksem, gatal-gatal, penyakit kulit karena alergi, Sumastuti melakukan uji efek antihistamin dengan ekstrak air daun dan buah mahkota dewa. Hewan percobaan dipilih marmot. Hasilnya pemberian 0,5 ml ekstrak dengan konsentrasi 6,25; 12,5; 25; 50; dan 100% dapat mengurangi kontraksi ileum marmot akibat histamine. Related Article : |
||
| Last Updated on Thursday, 17 June 2010 05:35 |
List All Products |
|
|
Advanced Search |
|
| Lost Password? | |
| Forgot your username? | |
|
|
|
| Download Area |