jakartalantern.com

Your Shopping Cart




Your Cart is currently empty.

   

You are here:

Type somethings in the text box below to begin searching


Custom Search


The Benefit of Sun Flower Oil E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 08 August 2009 14:21

The Benefit of Sun Flower Oil

Manfaat dari Minyak Bunga Matahari


 

Researchers found that a diet rich in a new type of sunflower oil—which had relatively high concentrations of both polyunsaturated fatty acids and monounsaturated fats—bested olive oil when it came to lowering levels of “bad" LDL cholesterol among 31 men and women.

Para penelti menemukan bahwa sebuah diet diperkaya oleh konsentrasi tinggi dari asam lemak tak jenuh ganda dan tunggal terdapat pada minyak bunga matahari, yang merupakan minyak yang terbaik untuk menurunkan kolesterol jahat “LDL” diantara 31 Pria dan Wanita.

The findings, say the researchers, point to the importance of replacing saturated fats in the diet with a “balance” of monounsaturated and polyunsaturated fats. While olive oil is rich in monounsaturated fat, it has far lower levels of polyunsaturated fatty acids, or PUFAs.

Fakta membuktikan bahwa peneliti menekankan pentingnya penggantian lemak jenuh dengan diet yang seimbang dari lemak tak jenuh ganda dan tunggal.  Sementara minyak minya zaitun diperkaya dengan lemak tak jenuh tunggal, itu jauh dibawah asam lemak tak jenuh ganda.

Striking a balance between two healthy forms of dietary fat may be key to lowering blood cholesterol, according to new research.

Penyeimbangan yang ketat antara dua bentuk diet lemak yang sehat mungkin merupakan kunci untuk mengurangi kolesterol menurut penelitian baru.

The sunflower oil’s supply of both types of fat appear to be the reason for its LDL-fighting ways, the study authors report in the Journal of the American Dietetic Association.

Minyak bunga matahari mensupply kedua bentuk dari lemak menjadi alasan untuk cara  melawan LDL menurut laporan dari Journal of the American Dietetic Association.

Saturated fat is found mainly in animal products, including meat and higher-fat dairy products. Unsaturated fatty acids, which are either monounsaturated or polyunsaturated, are found in foods like vegetable oils, nuts, seeds and fatty fish.

Lemak jenuh kebanyakan ditemukan pada produk hewani, termasuk daging dan produk susu dengan kadar lemak yang lebih tinggi. Asam lemak tak jenuh baik yg tak jenu tunggal atau ganda banyak di temukan pada makanan seperti minyak sayur, kacang-kacangan, biji-bijian dan ikan yang gemuk.

But vegetable oils differ in their concentrations of the two types of unsaturated fat. Olive oil is rich in monounsaturated fat, but has lower PUFA levels and more saturated fat than many other vegetable oils, including canola, safflower and sunflower oils.

Tetapi minyak sayur berbeda dalam hal konsentrasi untuk kedua type dari lemak tak jenuh. Minyak zaitun kaya akan lemak tak jenuh tunggaltetapi mempunyai kadar PUFA yang rendah dan lebih jenuh dibandingkan dengan minyak sayur termasuk minyak canola dan minyak bunga matahari.

The sunflower oil used in the current study—sold as NuSun by the National Sunflower Association—is a new brand designed to make commercial foods that are free of so-called trans fats. These fats are created when vegetable oils undergo a chemical process called hydrogenation, which makes the oils more solid and able to hold up to commercial cooking and baking processes.

Minyak bunga matahari yang digunakan di dalam penelitian dijual sabagai NuSun oleh Asosiasi Nasional Bunga Matahari, yang merupakan sebuah produk baru yang dibuat untuk makanan komsersial yang bebas dari lemak trans. Lemak ini dibentuk ketika minyak sayur  melalui proses kimia yang disebut hydrogenation, yang membuat minyak lebih padat dan dapat digunakan untuk proses memasak  komersial.

The problem with trans fats, which are found in a range of commercial baked goods, snack foods, shortening and stick margarines, is that, like saturated fat, they can raise LDL cholesterol levels.

Masalah dengan lemak trans, yang ditemukan pada produk pemangganan komsersial seperti makanan snack dan margarine adalah lemak jenuh yang dapat menyebabkan naiknya level kolesterol LDL.

Instead, the oil’s balance of poly- and monounsaturated fats may bestow the cholesterol benefit, according to the study authors, led by Dr. Penny Kris-Etherton of Pennsylvania State University in University Park.

Menurut peneliti yg dipimpin oleh Dr. Penny Kris-Etherton of Pennsylvania State University in University Park. Keseimbangan dari lemak tak jenuk ganda dan tunggal mungkin memberikan manfaat kolesterol.

She and her colleagues had the 31 study participants follow each of three 4-week diets: one heavy in foods containing the sunflower oil, another rich in olive oil and one typical of the “American” diet. Both of the oil-based diets contained the same amount of saturated fat, but the sunflower-oil diet had a greater balance between mono- and polyunsaturated fats. The American diet had more saturated fat and more total fat than either of the other two diets.

Dr. Penny Kris-Etherton dan koleganya meneliti 31 orang untuk diet selama 4 minggu terhadap 3 macam minyak yaitu minyak bunga matahari, minyak zaitun dan minyak diet merek American. Dua dari minyak diet tsb mengadung lemak jenuh, tetapi minyak bunga matahari mempunyai keseimbangan yang lebih besar antara lemak tak jenuh tunggal dan ganda. Minyak American diet memiliki lebih banyak lemak jenuh dan  lebih banyak lemak dibandingkan dengan dua minya lainnya.

After following the sunflower-oil diet, study participants showed a 6 percent drop in their LDL levels compared with their time on the American diet. In contrast, the diet rich in olive oil showed no significant effect on LDL levels.

Setelah mengikuti diet minyak bunga matahari,  para peserta penelitian menunjukkan berkurangnya kadar LDL sebesar 6% dibandingkan dengan dengan peserta yang mengkonsumsi minyak diet American.  Pada peserta yang mengkonsumsi minyak zaitun tidak menunjukkan adanya efek yang berarti terhadap kadar LDL mereka.

“Within the context of a moderate-fat diet,” the study authors write, “it is becoming clear that a mixture of unsaturated fatty acids provides the greatest health benefits.”

“Therefore,” they add, “an emphasis on a balance of unsaturated fatty acids is important when selecting food sources to replace saturated fatty acids in the diet.”

Peneliti mengatakan bahwa campuran asam lemak tak jenuh memberikan manfaat yang paling besar terhadap kesehatan.

SOURCE: Journal of the American Dietetic Association, July 2005.

Related Article :

- Buah Pete

- The Benefits of eating Fish

- The Health Benefits of Apples 

- Food and Beverage

Please click the icons below to see detail of high quality of sun flower oil. 





Last Updated on Monday, 08 March 2010 12:16
 


Lewatmana.com