| Diabetes Melitus |
|
| Written by Administrator | ||||
| Sunday, 14 June 2009 16:46 | ||||
Diabetes MelitusDiabetes
mellitus adalah suatu penyakit di mana kadar glukosa (gula
sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan
atau menggunakan insulin secara cukup. Insulin adalah hormon yang
dilepaskan oleh pankreas, yang bertanggungjawab dalam mempertahankan
kadar gula darah yang normal. Insulin memasukkan gula ke dalam sel
sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan energi. Fakta
membuktikan setiap 10 detik akan terdapat seorang penderita diabetes
meninggal di seluruh dunia, bersamaan dengan itu terdapat sekitar dua
orang penderita baru diabetes. Penyakit kencing manis merupakan sejenis
penyakit umum kronis yang tidak menular. Penyakit itu disebabkan
pankreas manusia kekurangan sekresi insulin keturunan, setelah lahir
atau disebabkan ketidakseimbangan fungsi insulin. Bahaya
diabetes sangat besar dan dapat memungkinkan penderita lemah ginjal,
menjadi buta, menderita penyakit bagian kaki dan banyak komplikasi yang
serius dan menyebabkan tingkat kematian yang tinggi. Pasien diabetes
menghadapi bahaya setiap harinya karena kadar gula darah yang tidak
terkontrol. Glukosa darah mengandung kadar yang berubah-ubah sepanjang
hari, terutama pada saat makan, beraktifitas, dan bahkan jika Anda
sedang minum obat diabetes. Penelitian medis membuktikan bahwa ketika
kadar glukosa darah sangat tinggi - berada pada zona bahaya - maka
banyak orang yang menderita penyakit diabetes akan terserang penyakit
jantung. Penelitian menunjukkan delapan dari 10 orang yang mengidap
penyakit diabetes terkena serangan jantung. Mereka yang memiliki
risiko tinggi terkena diabetes adalah yang memiliki riwayat keluarga
pengidap diabetes. Hal ini biasa terjadi ketika seseorang memasuki usia
di atas 40 tahun, mengalami kegemukan, terkena tekanan darah tinggi,
selain tentu saja menggunakanpola makan yang salah. Jumlah
penderita diabetes di daerah perkotaan di Indonesia pada tahun 2003
adalah 8,2 juta orang, sedangkan di daerah pedesaan 5,5 juta orang.
Diperkirakan satu dari delapan orang di Jakarta mengidap diabetes.
Tingginya jumlah penderita di daerah perkotaan, antara lain disebabkan
karena perubahan gaya hidup masyarakatnya. Sangat
disayangkan bahwa banyak penderita diabetes yang tidak menyadari
dirinya mengidap penyakit yang lebih sering disebut penyakit gula atau
kencing manis. Hal ini mungkin disebabkan minimnya informasi di
masyarakat tentang diabetes terutama gejala-gejalanya. Sebagian
besar kasus diabetes adalah diabetes tipe 2 (dua) yang disebabkan
faktor keturunan. Tetapi faktor keturunan saja tidak cukup untuk
menyebabkan seseorang terkena diabetes karena risikonya hanya sebesar 5
persen. Ternyata diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang yang
mengalami obesitas alias kegemukan akibat gaya hidup yang dijalaninya. Menurut
data WHO (World Health Organization), Indonesia menempati urutan ke-4
terbesar dalam jumlah penderita Diabetes Mellitus di dunia. Pada tahun
2000 yang lalu saja, terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang
mengidap diabetes. Diabetes merupakan penyakit yang memiliki komplikasi
(menyebabkan terjadinya penyakit lain) yang paling banyak. Hal ini
berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi terus menerus, sehingga
berakibat rusaknya pembuluh darah, saraf dan struktur internal lainnya.
Zat kompleks yang terdiri dari gula di dalam dinding pembuluh darah
menyebabkan pembuluh darah menebal dan mengalami kebocoran. Akibat
penebalan ini maka aliran darah akan berkurang, terutama yang menuju ke
kulit dan saraf. Kadar gula darah yang tidak terkontrol juga
cenderung menyebabkan kadar zat berlemak dalam darah meningkat,
sehingga mempercepat terjadinya aterosklerosis (penimbunan plak lemak di dalam pembuluh darah). Aterosklerosis ini
2-6 kali lebih sering terjadi pada penderita diabetes. Sirkulasi darah
yang buruk ini melalui pembuluh darah besar (makro) bisa melukai otak,
jantung, dan pembuluh darah kaki (makroangiopati), sedangkan pembuluh
darah kecil (mikro) bisa melukai mata, ginjal, saraf dan kulit serta
memperlambat penyembuhan luka. Penderita diabetes bisa mengalami
berbagai komplikasi jangka panjang jika diabetesnya tidak dikelola
dengan baik. Komplikasi yang lebih sering terjadi dan mematikan adalah
serangan jantung dan stroke. Kerusakan pada pembuluh darah mata bisa menyebabkan gangguan penglihatan akibat kerusakan pada retina mata (retinopati diabetikum). Kelainan fungsi ginjal bisa menyebabkan gagal ginjal sehingga penderita harus menjalani cuci darah (dialisa). Gangguan pada saraf dapat bermanifestasi dalam beberapa bentuk. Jika satu saraf mengalami kelainan fungsi (mononeuropati),
maka sebuah lengan atau tungkai biasa secara tiba-tiba menjadi lemah.
Jika saraf yang menuju ke tangan, tungkai dan kaki mengalami kerusakan
(polineuropati diabetikum), maka pada lengan dan tungkai bisa dirasakan
kesemutan atau nyeri seperti terbakar dan kelemahan. Kerusakan
pada saraf menyebabkan kulit lebih sering mengalami cedera karena
penderita tidak dapat meradakan perubahan tekanan maupun suhu.
Berkurangnya aliran darah ke kulit juga bisa menyebabkan ulkus (borok)
dan semua penyembuhan luka berjalan lambat. Ulkus di kaki bisa sangat
dalam dan mengalami infeksi serta masa penyembuhannya lama sehingga
sebagian tungkai harus diamputasi. |
||||
| Last Updated on Wednesday, 21 October 2009 16:50 |
List All Products |
|
|
Advanced Search |
|
| Lost Password? | |
| Forgot your username? | |
|
|
|
| Download Area |