| Bawang merah atasi DM tipe 2 |
|
| Written by Administrator | ||||||
| Wednesday, 29 July 2009 11:08 | ||||||
Bawang Merah dan Serat Larut atasi DM tipe 2
Studi
yang dilakukan oleh dr Manisha Chandalia dan kolega-koleganya dari Bagian Ilmu
Penyakit Dalam dan Pusat Gizi Manusia, University of Texas Southwestern Medical
Center, Dallas, Amerika Serikat, membuktikan bahwa konsumsi makanan tinggi
serat, khususnya serat larut, dapat memperbaiki kontrol terhadap gula dalam
darah penderita diabetes tipe 2.
Menurut teori tim peneliti, bawang merah mempengaruhi metabolisme gula dalam
hati, atau metabolisme pelepasan insulin, dan/atau mencegah perusakan insulin.
"Agen" yang mungkin mempunyai kemampuan hipoglikemia, menurunkan
kadar gula darah, aktif itu adalah allyl propyl disulfide dan allicin. Bukti
eksperimen dan klinis menunjukkan bahwa allyl propyl disulfide menurunkan gula
darah dengan cara meningkatkan "masa hidup" (lifespan) insulin. Sebenarnya, sudah sejak tahun 1923 ilmuwan-ilmuwan mendeteksi terdapatnya depressor gula darah dalam bawang merah, dan pada 1960-an, para peneliti berhasil mengisolasi senyawa antidiabetes dari bawang merah yang bekerja mirip dengan obat farmasi antidiabetes umum, dikenal sebagai tolbutamide, yang sering dipakai untuk mengurangi kadar gula darah. Cara kerja tolbutamide ialah merangsang sintesis dan pengeluaran insulin. Pada kelinci percobaan, ekstrak bawang merah memperlihatkan, 77 persen sama efektifnya dengan dosis standar tolbutamide. Tolbutamide
itu sendiri didefinisikan sebagai berikut : Tolbutamide is a first generation potassium channel blocker, sulfonylurea oral
hypoglycemic drug sold under the brand name Orinase. This drug may be
used in the management of type II diabetes if diet alone is not effective.
Tolbutamide stimulates the secretion of insulin by the pancreas. Since the
pancreas must synthesize insulin in order for this drug to work, it is not
effective in the management of type I diabetes.
Tingginya kadar gula darah merupakan masalah utama pada diabetes. Riset
membuktikan bahwa serat memiliki efek kuat terhadap pengendalian gula darah. Pada studi yang dilakukan Chandalia et al, 13 penderita diabetes tipe 2 diminta mengikuti dua jenis diet, masing-masing selama enam minggu. Diet pertama adalah diet yang mengandung serat dalam jumlah moderat (total serat 24 g; 8 g serat larut dan 16 g serat tidak larut), sebagaimana dianjurkan American Diabetes Association. Sementara, diet kedua ialah diet tinggi serat (total serat 50 g; masing-masing 25 g serat larut dan serat tak larut) yang mengandung susunan makanan alami sarat serat. Kedua diet, yang disiapkan di dapur riset, mengandung zat gizi makro dan energi yang sama (lihat Tabel). Chandalia dkk kemudian membandingkan efek dari dua diet tersebut terhadap kontrol gula darah dan kadar lemak darah. Hasilnya? Penderita-penderita diabetes yang mengonsumsi total serat 50 g sehari-sama dengan 7 hingga 8 porsi buah dan sayuran-alias diet tinggi serat mempunyai kadar gula darah lebih rendah dan lebih stabil daripada penderita-penderita diabetes yang mengonsumsi diet moderat serat. Diet tinggi serat juga menurunkan kadar kolesterol total darah sekitar 7 persen. Bagaimana mekanisme tepatnya konsumsi makanan tinggi serat dapat memperbaiki pengendalian gula darah, belum jelas. Namun, hal tersebut diduga disebabkan oleh serat larut jenis gum dan pektin yang dapat memperlambat pengosongan lambung, dan bahkan memperlambat atau menurunkan penyerapan gula darah. Studi Chandalia dkk menunjukkan pula bahwa asupan (intake) serat larut yang tinggi mungkin dicapai dengan mengonsumsi makanan alami yang sarat serat. Diet tinggi serat dan sedikit efek sampingnya dapat diterima dengan baik oleh para penderita. Oleh karena itu, untuk meningkatkan konsumsi seratnya, para penderita diabetes dianjurkan untuk mengonsumsi makanan alami sarat serat dibandingkan dengan preparat atau suplemen serat. Makanan-makanan sarat serat yang digunakan untuk diet tinggi serat dalam penelitian Chandalia dan kawan-kawan adalah buah berupa sajian koktail, jeruk segar, nanas segar, pepaya segar, buah persik (peach) segar, buah ceri, tomat segar, jagung, zucchini, kacang hijau, roti whole-wheat, dan havermout (oatmeal dan oat brand). Buah terutama jeruk dan nanas, kacang hijau, dan havermout merupakan sumber serat larut yang andal. Learn more about Diabetes Melitus from the bestseller books below, click the icon to see more detail. Related Article : |
||||||
| Last Updated on Sunday, 17 April 2011 14:10 |
List All Products |
|
|
Advanced Search |
|
| Lost Password? | |
| Forgot your username? | |
|
|
|
| Download Area |