|
Prediksi WHO mengenai efek dari Rokok  | WHO
memprediksikan bahwa Merokok akan menjadi kebiasaan yang paling
berbahaya bagi kesehatan karena akan membunuh lebih dari 6,4 juta orang
setiap tahunnya mulai tahun 2015.
Hasil penelitian yang diumumkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), Selasa (28/11).
Jumlah kematian akibat rokok dan penyakit yang diakibatkan rokok itu, bahkan
mengungguli kematian akibat penyebaran virus HIV/AIDS. | “Merokok meningkatkan penyebaran penyakit seperti kanker dan serangan
jantung yang prosentasenya 50 persen lebih tinggi dari pada serangan HIV/AIDS,”
demikian laporan WHO kepada The Seattle Times.
Meski begitu HIV/AIDS akan tetap menjadi epidemi terbesar yang diperkirakan banyak terjadi di negara berpandapatan rendah dan menengah. WHO juga mengelompokkan 10 penyakit paling
mematikan yang dimulai pada 2015 sampai 2030.
“Pada tahun 2015, penyakit yang
menjadi pembunuh nomor satu di dunia adalah yang disebabkan rokok dan berperan
atas 10 persen kematian di seluruh dunia,” tambah Colin Mathers, salah satu
anggota proyek penelitian WHO dalam Public Library of Science Medicine (PLoS
Medicine).
Sedangkan pada 2030, akan lebih banyak orang yang punya kemampuan melawan
penyakit saat masih anak-anak dan bisa berumur panjang. Tetapi prosentase
kematian oleh penyakit kronis seperti kanker, paru-paru dan jantung
sertadiabetes yang diakibatkan rokok meningkat sampai 70 persen.
Sedangkan kematian akibat
HIV/AIDS yang diperkirakan mencapai 2,9 juta orangper tahun akan melambat. Pada
tahun 2015, jumlah kematian akibat HIV/AIDSdiperkirakan sekitar 4,3 juta dan
menjadi 6,5 juta pada tahun 2030. “Jumlahitu sedikit di bawah penyakit akibat
merokok yang membunuh 8,3 orang pada2030 ,” tambah Mathers.
“Menurut skenario kami, AIDS/HIV
hanya menjadi epidemi yang menewaskanbanyak orang secara luas di negara
berkembang dan miskin. Itu akibatpenggunaan obat terlarang,” kata Mathers.
WHO menunjuk peredaran dan
penjualan rokok yang bebas di negara-negara miskin dan sedang berkembang sebagai
biang meningkatnya kematian itu. Disaat bersamaan pangsa pasar tembakau semakin dibatasi di negara-negara
maju.
“Ada imbauan bahwa mengurangi rokok adalah cara yang tepat untuk
menekan penyakit dan kematian. Tetapi
sejak saat ini cara terbaik adalahmenghentikan sama sekali kebiasaan merokok,
bukan menguranginya,”
|