jakartalantern.com

Your Shopping Cart




Your Cart is currently empty.

   

You are here: Home Content Health Topic Cigarette
Decrease font size  Default font size  Increase font size 
Type somethings in the text box below to begin searching
Cigarette
Asap Rokok melebihi asap mesin Diesel E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 04 June 2009 05:47

 

Bahan pencemar udara yang dikeluarkan rokok ternyata sepuluh kali lebih besar dibanding yang dikeluarkan mesin diesel, demikian hasil penelitian di Italia. Para ilmuwan membandingkan jumlah bahan-bahan yang dikandung dalam asap mesin mobil berbahan bakar diesel dengan asap rokok.


Hasilnya, tiga batang rokok yang mengepul ternyata menghasilkan peningkatan partikel di udara sepuluh kali lebih banyak daripada yang dikeluarkan asap mesin yang menyala. Ini sangat mengejutkan karena kami tidak mengira perbedaan patikel yang dihasilkan bisa begitu besar, kata Giovanni Invernizzi dari unit Pengendalian Tembakau, Institut Kanker Nasional Italia di Milan, yang memimpin penyelidikan.

Sementara Ivan Vince, ahli polusi udara dari Ask Consultants di London, mengatakan temuan itu masuk akal. Ia menyebutkan bahwa rokok mengeluarkan lebih banyak partikel dibanding mesin berbahan bakar diesel rendah belerang. Adapun Invernizzi dan rekan-rekannya melakukan percobaan di sebuah garasi di kota kecil Chiavenna, dekat Alpin.

Mereka menggunakan mobil Ford Mondeo turbo diesel tahun 2002 bermesin 2 liter dan telah dipakai selama enam bulan. Mobil itu dibiarkan menyaladalam garasi tertutup selama 30 menit dimana alat penganalisa akan mengambil contoh udara tiap dua menit. Garasi kemudian dibuka dan dibersihkan dari asap selama empat jam. Kemudian pintunya ditutup lagi dan tiga batang rokok dinyalakan bergantian selama total 30 menit.

Selanjutnya para ilmuwan melakukan pengukuran dan alat penganalisa menunjukkan adanya partikel pencemar sepuluh kali lebih banyak dari asap rokok dibanding asap mesin diesel. Bahkan tingkat polusi partikel-partikel yang berbahaya bagi kesehatan jauh lebih banyak. Partikel-partikel kecil yang berukuran kurang dari 2,5 mikrometer dari asap rokok itu bisa masuk ke alveoli paru-paru dimana ia bisa menimbulkan kerusakan parah, kata Vince.

 

Last Updated on Friday, 05 June 2009 15:41
 
Prediksi WHO mengenai efek dari Rokok E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 04 June 2009 05:16
 

 Prediksi WHO mengenai efek dari Rokok

 
  
WHO memprediksikan bahwa Merokok akan menjadi kebiasaan yang paling berbahaya bagi kesehatan karena akan membunuh lebih dari 6,4 juta orang setiap tahunnya mulai tahun 2015.

Hasil penelitian yang diumumkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), Selasa (28/11). Jumlah kematian akibat rokok dan penyakit yang diakibatkan rokok itu, bahkan mengungguli kematian akibat penyebaran virus HIV/AIDS.

 “Merokok meningkatkan penyebaran penyakit seperti kanker dan serangan jantung yang prosentasenya 50 persen lebih tinggi dari pada serangan HIV/AIDS,” demikian laporan WHO kepada The Seattle Times.

Meski begitu HIV/AIDS akan tetap menjadi epidemi terbesar yang diperkirakan banyak terjadi di negara berpandapatan rendah dan menengah. WHO juga mengelompokkan 10 penyakit paling mematikan yang dimulai pada 2015 sampai 2030.

“Pada tahun 2015, penyakit yang menjadi pembunuh nomor satu di dunia adalah yang disebabkan rokok dan berperan atas 10 persen kematian di seluruh dunia,” tambah Colin Mathers, salah satu anggota proyek penelitian WHO dalam Public Library of Science Medicine (PLoS Medicine).

Sedangkan pada 2030, akan lebih banyak orang yang punya kemampuan melawan penyakit saat masih anak-anak dan bisa berumur panjang. Tetapi prosentase kematian oleh penyakit kronis seperti kanker, paru-paru dan jantung sertadiabetes yang diakibatkan rokok meningkat sampai 70 persen.

Sedangkan kematian akibat HIV/AIDS yang diperkirakan mencapai 2,9 juta orangper tahun akan melambat. Pada tahun 2015, jumlah kematian akibat HIV/AIDSdiperkirakan sekitar 4,3 juta dan menjadi 6,5 juta pada tahun 2030. “Jumlahitu sedikit di bawah penyakit akibat merokok yang membunuh 8,3 orang pada2030 ,” tambah Mathers.

“Menurut skenario kami, AIDS/HIV hanya menjadi epidemi yang menewaskanbanyak orang secara luas di negara berkembang dan miskin. Itu akibatpenggunaan obat terlarang,” kata Mathers.

WHO menunjuk peredaran dan penjualan rokok yang bebas di negara-negara miskin dan sedang berkembang sebagai biang meningkatnya kematian itu. Disaat bersamaan pangsa pasar tembakau semakin dibatasi di negara-negara maju.

“Ada imbauan bahwa mengurangi rokok adalah cara yang tepat untuk menekan penyakit dan kematian. Tetapi sejak saat ini cara terbaik adalahmenghentikan sama sekali kebiasaan merokok, bukan menguranginya,”

Last Updated on Friday, 05 June 2009 15:47
 



Advertisement

KutuBuku


Masukkan Code ini K1-AC7Y11-2
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Ads

Pasang Iklan Anda di sini

Tiga baris Rp 50.000,- per bulan.
www.yourdomain.com

Hubungi Webmaster :
(021)-7000.2375