jakartalantern.com

Your Shopping Cart




Your Cart is currently empty.

   

You are here: Home Content Flora Flora Tanaman Palem
Decrease font size  Default font size  Increase font size 
Type somethings in the text box below to begin searching
Custom Search

Tanaman Palem E-mail
Written by Administrator   
Monday, 19 October 2009 10:17

Tanaman Palem

Palem merupakan tanaman kosmopolitan yang banyak di gemari orang- orang di perkotaan. Hampir di setiap mall di sekelilingnya terdapat tanaman palem. Tidak tahu kenapa tanaman yang satu ini banyak peminatnya, kalau dipikir – pikir daun-nya palem tidak begitu banyak, kenapa orang tidak mau menanam pohon yang daunnya banyak saja sehingga bisa membantu mengurangi efek dari pemanasan global.

Palem ditanam di tanah yang mengandung pasir, tapi tidak suka ada air yang tergenang. Bisa ditanam di daratan rendah maupun daratan tinggi. Selama masa pembibitan, Palem ‘alergi’ terhadap sinar matahari. Namun sebaliknya, di masa pertumbuhan justru butuh sinar matahari penuh.

Meski begitu, tak berarti palem tak bisa ditanam di dalam ruangan. tetap bisa, asal setiap 3 hari sekali dikeluarkan agar mendapat sinar matahari. Ada beberapa jenis palem yang paling banyak di budidayakan orang, antara lain :

1.Palem Kipas

 Namanya (Livistona chinensis) tak lepas dari bentuk daunnya. Yang setengah lingkaran mirip kipas terbuka. Garis tengah daun sekitar 30-50 cm. Palem ini merupakan salah satu palem yang paling tahan lama berada di ruangan. Bisa mencapai ketinggian 10 meter. Tampil cantik saat tanaman masih berada pada ketinggian kurang dari 2 meter.

2. Palem Wregu

 

Bentuk daun palem wregu (Rhapis excelsa, R.aspera, R.humilis) hampir mirip dengan palem kipas, tapi warna daunnya hijau tua mengkilap. Bentuk batang bulat kecil, beruas-ruas seperti bambu. Batang yang masih muda tertutup serabut cokelat seperti rambut.

3.Palem Merah


Keistimewahannya terletak pada pelepah dan tulang yang berwarna merah. Untuk mempertahankan warna merah tersebut, sebaiknya ditanam di tempat terbuka di seputar halaman. Palem merah memang asli Indonesia, antara lain bisa diperoleh di Kalimantan, di hutan rawa dataran rendah sampai 500 meter di atas permukaan laut.


4. Palem Botol


Penampilannya cukup memikat, batang bawah menggelembung, sedang batang atas menyempit, sehingga mirip botol. Pertumbuhannya lambat dan tajuknya sempit. Di antara sekian banyak jenis palem, palem botol selalu diburu konsumen, bahkan sering dijadikan simbol status sosial-ekonomi.

Pemeliharaan Tanaman

Pemupukan : Dosis pemupukan tergantung umur tanaman:


1. Pemupukan anorganik:

Palem yang telah berukuran 3 m memerlukan 3-5 kg NPK. Palem berukuran 2-3 m memerlukan 1-2 kg NPK dan palem kecil berukuran kurang dari 2 m memerlukan 0,5-1 kg NPK.

 
2. Pemupukan organic:

Palem yang telah berukuran 3 m memerlukan 5-15 kg pupuk kandang. Palem berukuran 2-3 m memerlukan 2,5-5 kg dan palem kecil berukuran kurang dari 2 m memerlukan 1-2,5 kg. Frekuensi pemupukan anorganik 2-3 kali setahun dan organik 2-4 kali setahun.


Pengairan dan Penyiraman : Penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan dan tergantung cuaca.

Hama tanaman Palem

1. Belalang (Aularches miliaris dan Valanga Nigricans)

  • Gejala: daun rusak ditandai dengan terlihatnya gigitan tidak teratur di tepi daun.  Serangan berat, yang tersisa hanya tulang daun.

  • Pengendalian: dengan membunuh belalang, menanam tanaman peutup tanah seperti Colopogonium sp. dan Centrosema sp., penggunaan insektisida Basudin 90 SC (2cc/liter).


2. Ulat penggulung daun (Hidari Irava)
    Gejala: helaian daun palem menggulung, daun palem tinggal tulangnya saja,    

    kadang-kadang hanya hanya separuh anak daun yang ditinggalkan..

 

Penyakit tanaman Palem

1. Bercak daun :

  • Penyebab: jamur Fusarium sp., Pestalotia sp., Gloesporium sp. dan lain-lain.
  • Gejala: pada daun tua atau muda terdapat bercak berbagai bentuk berwarna kuning atau hijau yang akan menghilang. Bercak ini meninggalkan bekas terang berwarna hitam, abu-abu dan coklat. Bagian tersebut kemudian kering. Serangan berat seluruh tajuk kering dan daun menutup. Buah akan rontok.
  • Pengendalian: memotong dan membakar bagian yang sakit, penyemprotan fungisida Dithane M-45, Difolatan 4F dengan kepekatan 0,1-0,2 %.

2. Pucuknya layu.

·         Penyebab: jamur Thielaviopsis sp., Botrydiplodia sp., Fusarium sp., Chlaraopsis  sp., Erwinia sp. dan Pseudomonas sp.

·         Gejala: daun mahkota layu secara tiba-tiba, daun menjadi kusam, pelepah daun bergantungan dan gugur. Kematian terjadi dengan cepat (1-3 bulan).

·         Pengendalian: memperbaiki pengelolaan tanaman termasuk pemupukan yang berimbang, sanitasi lingkungan, membuang dan membakar tanaman yang terserang.


3. Penyakit akar

  • Penyebab: jamur parasit dan nematoda. Perubahan warna daun, ujung daun mengkerut dan kering.
  • Gejala: dapat menyebar ke pangkal daun.
  • Pengendalian: sama dengan yang dilakukan untuk penyakit pucuk layu.



 

Last Updated on Monday, 19 October 2009 10:32
 


KutuBuku


Masukkan Code ini K1-AC7Y11-2
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com