|
Tanaman Palem
Palem merupakan tanaman kosmopolitan yang banyak di gemari
orang- orang di perkotaan. Hampir di setiap mall di sekelilingnya terdapat
tanaman palem. Tidak tahu kenapa tanaman yang satu ini banyak peminatnya, kalau
dipikir – pikir daun-nya palem tidak begitu banyak, kenapa orang tidak mau
menanam pohon yang daunnya banyak saja sehingga bisa membantu mengurangi efek
dari pemanasan global.
Palem ditanam di tanah yang
mengandung pasir, tapi tidak suka ada air yang tergenang. Bisa ditanam di daratan
rendah maupun daratan tinggi. Selama masa pembibitan, Palem ‘alergi’ terhadap
sinar matahari. Namun sebaliknya, di masa pertumbuhan justru butuh sinar
matahari penuh.
Meski begitu, tak berarti palem tak bisa ditanam di dalam ruangan. tetap
bisa, asal setiap 3 hari sekali dikeluarkan agar mendapat sinar matahari. Ada beberapa jenis palem yang paling banyak di budidayakan
orang, antara lain :
1.Palem Kipas
 | Namanya (Livistona chinensis) tak lepas dari bentuk daunnya.
Yang setengah lingkaran mirip kipas terbuka. Garis tengah daun sekitar 30-50
cm. Palem ini merupakan salah satu palem yang paling tahan lama berada di
ruangan. Bisa mencapai ketinggian 10 meter. Tampil cantik saat tanaman masih
berada pada ketinggian kurang dari 2 meter. |
2. Palem Wregu
 | Bentuk daun palem wregu (Rhapis excelsa, R.aspera, R.humilis) hampir mirip
dengan palem kipas, tapi warna daunnya hijau tua mengkilap. Bentuk batang bulat
kecil, beruas-ruas seperti bambu. Batang yang masih muda tertutup serabut
cokelat seperti rambut. |
3.Palem Merah
| Keistimewahannya terletak pada pelepah dan tulang yang berwarna merah. Untuk
mempertahankan warna merah tersebut, sebaiknya ditanam di tempat terbuka di
seputar halaman. Palem merah memang asli Indonesia,
antara lain bisa diperoleh di Kalimantan, di
hutan rawa dataran rendah sampai 500 meter di atas permukaan laut.
|
4. Palem Botol
| Penampilannya cukup memikat, batang bawah menggelembung, sedang batang atas
menyempit, sehingga mirip botol. Pertumbuhannya lambat dan tajuknya sempit. Di
antara sekian banyak jenis palem, palem botol selalu diburu konsumen, bahkan
sering dijadikan simbol status sosial-ekonomi. |
Pemeliharaan Tanaman
Pemupukan : Dosis pemupukan tergantung umur tanaman:
1. Pemupukan anorganik:
Palem yang telah berukuran 3 m memerlukan 3-5 kg NPK.
Palem berukuran 2-3 m memerlukan 1-2 kg NPK dan palem kecil berukuran kurang
dari 2 m memerlukan 0,5-1 kg NPK.
2. Pemupukan organic:
Palem yang telah berukuran 3 m memerlukan 5-15 kg pupuk
kandang. Palem berukuran 2-3 m memerlukan 2,5-5 kg dan palem kecil berukuran
kurang dari 2 m memerlukan 1-2,5 kg. Frekuensi pemupukan anorganik 2-3 kali
setahun dan organik 2-4 kali setahun.
Pengairan dan Penyiraman : Penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan dan tergantung
cuaca.
Hama
tanaman Palem
1. Belalang (Aularches
miliaris dan Valanga Nigricans)
- Gejala: daun rusak ditandai
dengan terlihatnya gigitan tidak teratur di tepi daun. Serangan berat, yang tersisa hanya
tulang daun.
- Pengendalian: dengan membunuh
belalang, menanam tanaman peutup tanah seperti Colopogonium sp. dan
Centrosema sp., penggunaan insektisida Basudin 90 SC (2cc/liter).
2. Ulat penggulung daun (Hidari Irava)
Gejala: helaian daun palem
menggulung, daun palem tinggal tulangnya saja,
kadang-kadang hanya hanya separuh anak daun
yang ditinggalkan..
Penyakit tanaman
Palem
1. Bercak daun :
- Penyebab: jamur Fusarium sp.,
Pestalotia sp., Gloesporium sp. dan lain-lain.
- Gejala: pada daun tua atau
muda terdapat bercak berbagai bentuk berwarna kuning atau hijau yang akan
menghilang. Bercak ini meninggalkan bekas terang berwarna hitam, abu-abu
dan coklat. Bagian tersebut kemudian kering. Serangan berat seluruh tajuk
kering dan daun menutup. Buah akan rontok.
- Pengendalian: memotong dan
membakar bagian yang sakit, penyemprotan fungisida Dithane M-45, Difolatan
4F dengan kepekatan 0,1-0,2 %.
2. Pucuknya
layu.
·
Penyebab:
jamur Thielaviopsis sp., Botrydiplodia sp., Fusarium sp., Chlaraopsis sp., Erwinia sp. dan Pseudomonas sp.
·
Gejala:
daun mahkota layu secara tiba-tiba, daun menjadi kusam, pelepah daun
bergantungan dan gugur. Kematian terjadi dengan cepat (1-3 bulan).
·
Pengendalian:
memperbaiki pengelolaan tanaman termasuk pemupukan yang berimbang, sanitasi
lingkungan, membuang dan membakar tanaman yang terserang.
3. Penyakit akar
- Penyebab: jamur parasit dan
nematoda. Perubahan warna daun, ujung daun mengkerut dan kering.
- Gejala: dapat menyebar ke
pangkal daun.
- Pengendalian: sama dengan yang
dilakukan untuk penyakit pucuk layu.
|